3.016 Mahasiswa PPG UMM Disumpah, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional
Sumber Foto: Universitas Muhammadiyah Malang
Nasional

3.016 Mahasiswa PPG UMM Disumpah, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional

KLIKMU.CO — Sebanyak 3.016 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dikukuhkan dan diambil sumpahnya pada Kamis (22/1/2026). Ribuan mahasiswa yang mengikuti prosesi secara luring maupun daring tersebut merupakan peserta Program PPG Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Mata Pelajaran Umum Batch II Kementerian Agama Tahun 2025.

Kegiatan pengukuhan ini menjadi wujud komitmen Universitas Muhammadiyah Malang dalam mencetak guru-guru profesional yang unggul dan berdaya saing, sekaligus berperan aktif dalam transformasi pendidikan nasional.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama Dr Fesal Musaad MPd menegaskan bahwa mutu pendidikan madrasah tidak hanya ditentukan oleh kurikulum. Menurutnya, kualitas pendidikan sangat bergantung pada sejauh mana negara memastikan guru berdiri sebagai profesi yang diakui, berkompetensi, dan berkelanjutan.

“Mutu pendidikan madrasah tidak ditentukan oleh kurikulum semata, melainkan oleh sejauh mana negara memastikan guru-gurunya berdiri sebagai profesi yang diakui, berkompetensi, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan nasional harus dimulai dari penguatan profesionalisme guru madrasah melalui peningkatan kualifikasi, sertifikasi, serta kompetensi yang terintegrasi. Guru, kata dia, merupakan penentu utama keberhasilan pembelajaran dan kualitas lulusan.

“Peserta didik tidak mungkin mencapai kompetensi tinggi apabila gurunya berkompetensi rendah. Guru adalah kunci dan ujung tombak pembelajaran, sehingga upaya sertifikasi, PPG dalam jabatan, serta penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian harus dipahami sebagai ikhtiar negara dalam menjamin mutu pendidikan madrasah,” ujarnya.

Tonggak profesionalisme guru madrasah juga ditegaskan Ketua Program PPG FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Dr Trisakti Handayani MM. Ia memandang pengambilan sumpah profesi sebagai fase penting dalam perjalanan pendidik.

Menurutnya, PPG dalam jabatan bukan sekadar proses administratif untuk memperoleh sertifikat pendidik, melainkan bentuk pengakuan resmi atas dedikasi, kompetensi, dan komitmen guru dalam meningkatkan kualitas diri serta mutu pendidikan nasional.

“Menjadi pendidik profesional bukan hanya tentang memiliki sertifikat, melainkan komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan diri. Profesionalisme menuntut penguasaan kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional secara utuh yang telah bapak dan ibu buktikan melalui Program PPG Dalam Jabatan,” tuturnya.

Dia juga menyoroti perubahan lanskap pendidikan di era digital yang menuntut guru mampu mengintegrasikan teknologi secara bijak dan bermakna. Mengingat peserta didik merupakan generasi digital, pembelajaran perlu dirancang lebih kontekstual dan menarik tanpa menghilangkan nilai keteladanan dan peran guru sebagai pusat pembelajaran.

“Di tengah derasnya arus digitalisasi, peran guru sebagai inspirator dan pembentuk karakter justru semakin penting. Pendidikan inklusif juga harus menjadi komitmen bersama, karena setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga mulia dalam karakter,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Prof Dr Nazaruddin Malik MSi menempatkan pengambilan sumpah profesi guru madrasah sebagai momentum strategis dalam meneguhkan pilihan karier sebagai pendidik.

Rektor menegaskan bahwa pendidikan madrasah merupakan bagian integral dari kultur pendidikan bangsa Indonesia dan tidak dapat diposisikan sebagai entitas yang terpisah dari pendidikan umum.

“Pendidikan madrasah dan pendidikan umum bukan lagi sebuah dikotomi, tetapi tatanan pendidikan yang menyatu untuk melahirkan manusia Indonesia yang berkarakter. Yang paling penting adalah bagaimana bapak-ibu merawat niat untuk terus memberikan yang terbaik demi tercapainya cita-cita mulia pendidikan,” ujarnya.

Pengukuhan dan pengambilan sumpah profesi guru PPG dalam jabatan ini tidak hanya menandai berakhirnya satu tahap pendidikan profesi, tetapi juga membuka babak tanggung jawab baru bagi para guru madrasah mata pelajaran umum untuk menjadi pendidik profesional di era digital.

Guru diharapkan berkomitmen pada nilai inklusi, penguasaan kompetensi abad ke-21, serta pengabdian berkelanjutan dalam membangun Generasi Emas Indonesia 2045.