75 Peserta Ikuti Latihan Dasar Bela Negara di Sleman
Sumber Foto: InfoPublik
Olahraga

75 Peserta Ikuti Latihan Dasar Bela Negara di Sleman

Sleman, InfoPublik – Sejumlah 75 peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti hari kedua latihan dasar bela negara yang digelar di Kalurahan Sumberadi, Kapanewon/Kecamatan Mlati, Sleman, Rabu (12/2/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman ini bertujuan membentuk kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.

Sejak pagi, para peserta mengawali kegiatan dengan orientasi lapangan mengitari kawasan Sumberadi.

Dengan langkah tegap, mereka menyanyikan lagu-lagu nasional dan meneriakkan yel-yel bela negara, menciptakan suasana kebersamaan dan nasionalisme yang kental. Kegiatan fisik dilanjutkan dengan praktik senam komando yang dipimpin instruktur dari Kodim 0732/Sleman serta latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar dan tata upacara dari Polresta Sleman.

Kader Bela Negara Kementerian Pertahanan RI, Sunardi, yang turut menjadi instruktur, menegaskan latihan itu tidak sekadar pembinaan fisik.

“Kegiatan ini bertujuan membentuk kedisiplinan, menumbuhkan jiwa kebersamaan, serta melatih kepemimpinan. Bela negara dimulai dari karakter yang kuat dan sikap yang tertib,” ujarnya.

Memasuki sesi materi, peserta diajak merefleksikan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di era digital bersama Kepala Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM), Diasma Sandi Swandaru.

Diasma menekankan pentingnya literasi digital, dan sikap kritis dalam menyaring informasi agar ruang digital tidak menjadi sumber perpecahan.

“Ruang digital harus menjadi medium persatuan, bukan ajang polarisasi,” kata Diasma.

Ia juga mendorong peserta untuk membangun budaya kecakapan digital, dengan mengenalkan perbedaan sejak dini, membiasakan berteman tanpa sekat, serta membuka ruang dialog di berbagai forum, termasuk media sosial.

Menurutnya, unggahan berupa cerita, pesan, gambar, atau video di dunia maya harus membawa nilai persatuan, kerukunan, dan kemajuan.

Penguatan nilai kebangsaan diperkaya melalui materi bertajuk ‘Melestarikan Budaya Lokal sebagai Wujud Cinta Tanah Air’ yang disampaikan Kepala Seksi Lembaga Budaya Dinas Kebudayaan Sleman, Khrisna Wicaksono.

Ia menegaskan, bahwa bela negara juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap warisan budaya.

“Melestarikan tradisi, kesenian, bahasa daerah, hingga kearifan lokal adalah bentuk konkret cinta tanah air. Budaya adalah identitas bangsa yang harus dirawat bersama,” ujar Khrisna.

Ia mendorong generasi muda untuk aktif dalam kegiatan budaya di lingkungan masing-masing serta memanfaatkan ruang digital sebagai sarana promosi budaya lokal agar tetap relevan di tengah arus globalisasi.

Materi terakhir tentang Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) disampaikan oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sleman, Ari Sutyasmanto.

Ia menegaskan, ancaman narkoba merupakan tantangan serius bagi ketahanan bangsa dan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Upaya P4GN tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Peran keluarga, lingkungan, dan komunitas sangat menentukan dalam menciptakan generasi yang sehat dan berdaya,” ujarnya.(Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK)