Sentra Media - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi sebagai prioritas nasional untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul. Pernyataan ini disampaikan saat workshop "Peningkatan Kualitas dan Relevansi Pendidikan Tinggi" yang diadakan di Pandeglang.
Workshop tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi antara Komisi X DPR RI, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta STKIP Mutiara Banten. Dalam kesempatan itu, Adde Rosi menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam meningkatkan daya saing bangsa, dan kebijakan pendidikan tinggi harus mengedepankan mutu serta relevansi lulusan.
Adde Rosi menekankan bahwa Komisi X DPR RI berkomitmen untuk mendorong kebijakan yang memperkuat kualitas pendidikan nasional. Ia mengungkapkan bahwa STKIP Mutiara Banten dipilih sebagai lokasi workshop karena perannya dalam mencetak calon guru berkualitas. Ia juga menyoroti pentingnya perguruan tinggi swasta, yang menyumbang sekitar 63 persen dari total 4.303 perguruan tinggi di Indonesia, untuk terus meningkatkan kualitasnya.
Dalam workshop tersebut, Adde Rosi memaparkan program-program strategis yang didukung oleh Komisi X DPR RI, termasuk program afirmasi pendidikan tinggi dan KIP Kuliah. Salah satu isu utama yang dibahas adalah revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), di mana alokasi anggaran saat ini dianggap belum memadai.
Adde Rosi berkomitmen untuk memperjuangkan peningkatan anggaran revitalisasi LPTK agar lebih banyak kampus penyelenggara PPG mendapatkan dukungan. Ia juga menyampaikan upaya Komisi X DPR RI dalam memperjuangkan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta (BPOPTS) dalam pembahasan RAPBN 2027. Di akhir sambutannya, ia menekankan pentingnya tata kelola perguruan tinggi yang bersih dan akuntabel sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.