ADEXCO 2025: Inovasi Kebencanaan Karya Anak Bangsa Diperkenalkan
Jakarta, InfoPublik - Perhelatan The 4th Asia Disaster Management and Civil Protection Expo and Conference (ADEXCO) menghadirkan pameran berbagai inovasi teknologi kebencanaan yang diproduksi oleh lebih dari 600 perusahaan dari 40 negara untuk mendukung transformasi industri berkelanjutan.
Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Udrekh, menyampaikan bahwa ADEXCO menjadi wadah penting untuk mengangkat karya dan pengembangan inovasi teknologi anak bangsa.
“Tahun ini, Indonesia turut menunjukkan peningkatan produksi teknologi dalam negeri. Tidak hanya dari sisi peralatan, namun juga bahan baku dasar yang dilahirkan dari tanah ibu pertiwi,” ujar Udrekh, Jumat (12/9/2025).
Ia berharap inovasi yang dikembangkan dapat bertransformasi menjadi ekosistem industri berkelanjutan sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Teknologi kebencanaan yang dikembangkan harus mampu memaksimalkan penanggulangan bencana, baik melalui kementerian/lembaga, akademisi, maupun dunia usaha yang terlibat dalam pameran ini,” kata dia.
Pada Relief Respons Area, BNPB menampilkan berbagai hasil produksi teknologi dalam negeri, antara lain motor listrik untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), light tower, perahu karet, perahu polyethylene, serta perlengkapan logistik dasar.
Di lokasi yang sama, Kementerian Kesehatan menampilkan mobil klinik dan mobil simulator gempabumi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Partisipasi juga datang dari sejumlah kementerian dan lembaga lain. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan Sistem Peringatan Dini Gempabumi, Unit Lapis Lindung Pemecah Gelombang Tsunami, Tanggul Tegak Multifungsi, serta Sistem Monitoring Curah Hujan berbasis Citizen Science.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian memperlihatkan produksi tekstil ramah lingkungan, sertifikasi industri hijau, serta inspeksi teknik sebagai upaya pencegahan dan mitigasi bencana pada lingkup industri.
Dari sisi akademisi, Universitas Indonesia menampilkan Tenchi Tower sebagai inovasi bangunan tahan gempa serta Earthquake Warning Alert System (EWAS) untuk gempabumi.
Adapun Universitas Gadjah Mada turut memperkenalkan sistem peringatan dini longsor Deteksi Dini Longsor (Denilo) dan sistem peringatan dini banjir Deteksi Dini Banjir (Deniji).
Beragam peralatan penanggulangan bencana maupun infrastruktur hasil kolaborasi unsur pentaheliks dalam dan luar negeri turut dipamerkan dalam ADEXCO 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran Jakarta pada 10–13 September 2025.
Melalui pameran ini, semangat inovasi dan kolaborasi teknologi kebencanaan dalam negeri diharapkan terus tumbuh sehingga Indonesia mampu memperkuat ketangguhan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan.




