Analisis Sosiologis Tindak Kriminal Perampokan di Pasar Kemiri
INFOTEMANGGUNG.COM – Berikut inilah contoh jawaban berikan analisis pendekatan sosiologis dalam masalah kriminal pada kasus di atas!
Pertanyaan pendekatan sosiologis dalam masalah kriminal pada kasus di atas ini menarik untuk diulas.
Yuk perhatikan pembahasan pendekatan sosiologis dalam masalah kriminal pada kasus di atas ini.
Kriminalitas mengacu pada tindakan atau perilaku jahat yang dilakukan oleh individu atau kelompok.
Kegiatan criminal ini menjadi salah satu tindakan melanggar hukum dan norma sosial yang berlaku.
Hal ini karena menyebabkan kerugian atau bahaya bagi orang lain atau masyarakat.
Kriminalitas dapat berwujud dalam berbagai bentuk, seperti pencurian, penipuan, perusakan, kekerasan, dan berbagai pelanggaran hukum lainnya.
Setiap masyarakat memiliki sistem hukum untuk menindak pelaku kriminal dan melindungi warganya dari kejahatan.
Oleh karena itu, pihak terkait harus bisa berupaya untuk melakukan pencegahan dan penindakan kriminalitas.
Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam masyarakat, serta memastikan keadilan bagi korban kejahatan.
Terus bagaimana pendekatan sosiologis dalam masalah kriminal pada kasus di atas?
Untuk teman-teman yang penasaran, yuk simak contoh jawaban berikut ini.
Soal Lengkap
Selain Bawa Kabur Setengah Kilo Emas, Perampok Gondol 10 Kg Perak
VIVAnews – Emas seberat 0,5 kilogram (kg) dan 10 kg perak berhasil digondol perampok di Pasar Kemiri, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat Senin 6 Maret 2020. Sementara pelaku diduga berjumlah empat orang.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi membenarkan bahwa ada perampokan toko emas di Pasar Kemiri kira-kira pukul 13.15 WIB.
"Sementara diduga pelaku empat orang. Dua tunggu di luar dan dua beraksi di dalam," kata Arsya dikonfirmasi.
Akibat perampokan tersebut sebuah toko emas bernama Toko Mas Pelita merugi hampir Rp400 juta. "Info yang kami terima ada 10 Kg perak dan 0,5 kg emas yang dicuri dari toko tersebut," jelas Arsya.
Menurutnya saat perampokan pelaku menggertak penjaga toko dengan Senpi Revolver warna silver. Namun pelaku tidak menembakan senjata api tersebut.
"Pelaku menggunakan dua sepeda motor. Keterangan saksi satu pakai Vario putih dan satu lagi Supra 125 warna hitam," ungkapnya.
Saat ini polisi masih menggelar olah TKP di toko emas tersebut. Olah TKP berlangsung pukul 13.45 WIB. Diberitakan sebelumnya sebuah toko emas di Pasar Kemiri, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat alami kerampokan Senin (6/4/2020).
Perampokan yang terjadi pukul 13.15 itu sempat menghebohkan warga sekitar Kembangan Utara.
Aparat Kepolisian langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pasar Kemiri, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat usai perampokan toko emas Senin (6/4/2020) siang. Olah TKP dilangsungkan pukul13.45 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Nicko membenarkan bahwa ada perampokan toko emas di sebuah pasar di Kembangan.
Perampokan itu terjadi kira-kira pukul 13.15 WIB di Toko Mas Pelita di Pasar Kemiri, Jalan Basmol Raya, Kembangan, Jakarta Barat.
Kurang dari satu jam, aparat kepolisian langsung melakukan olah TKP bersama Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi.
"Pukul 13.45 WIB tadi kami langsung gelar olah TKP. Sampai saat ini olah TKP masih berlangsung," kata Nicko dihubungi Senin (6/4/2020) siang.
Nicko mengatakan, sementara ini diketahui perampok menggunakan dua motor. Namun ia masih belum dapat memastikan berapa jumlah perampok toko emas itu.
Ia juga masih belum dapat memastikan apakah perampok tersebut menggunakan senjata api atau tidak.
"Nanti ya infonya kami masih olah TKP," ujarnya.
2. Berikan analisis pendekatan sosiologis dalam masalah kriminal pada kasus di atas!
Contoh Jawaban
Pendekatan sosiologis dalam memahami tindak kriminal ini memiliki pemahaman pada faktor-faktor sosial yang mempengaruhi perilaku individu dan kelompok.
Kasus perampokan di Pasar Kemiri dapat dilihat dengan menggunakan berbagai teori sosiologis untuk memahami mengapa perampokan tersebut terjadi dan bagaimana lingkungan sosial dapat berkontribusi terhadap kejahatan.
Terdapat beberapa faktor yang dapat kita lihat, seperti:
1. Faktor Ekonomi
Kondisi ekonomi sering kali menjadi salah satu faktor utama yang mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal.
Ketika individu atau kelompok berada dalam situasi ekonomi yang sulit, mereka mungkin merasa terdesak untuk mencari cara cepat mendapatkan uang, termasuk melalui jalan kriminal.
Dalam kasus perampokan Pasar Kemiri, para pelaku mungkin menghadapi tekanan ekonomi yang mendorong mereka untuk merampok toko emas sebagai cara mendapatkan uang dengan cepat.
Tingginya tingkat pengangguran, upah rendah, atau biaya hidup yang tinggi di Jakarta Barat bisa menjadi konteks yang relevan.
2. Lingkungan Sosial dan Pengaruh Teman Sebaya
Lingkungan sosial dan pengaruh teman sebaya juga memainkan peran penting dalam mendorong perilaku kriminal.
Jika seseorang tumbuh atau bergaul dalam lingkungan yang memiliki kecenderungan terhadap kejahatan, mereka lebih mungkin untuk terlibat dalam aktivitas kriminal.
Dalam kasus ini, para pelaku perampokan mungkin memiliki relasi atau jaringan sosial yang terlibat dalam kegiatan ilegal, yang memberikan dukungan atau dorongan untuk melakukan perampokan.
3. Kurangnya Pengawasan dan Penegakan Hukum
Kurangnya pengawasan dan penegakan hukum yang efektif juga dapat mendorong tindakan kriminal.
Jika pelaku kriminal merasa bahwa risiko tertangkap dan dihukum rendah, mereka mungkin lebih berani melakukan kejahatan.
Keberanian para perampok untuk melakukan aksi di tengah hari menunjukkan kemungkinan adanya persepsi bahwa penegakan hukum di daerah tersebut tidak cukup kuat atau efektif.
Kesimpulan:
Pendekatan sosiologis mengungkapkan bahwa tindakan kriminal seperti perampokan di Pasar Kemiri tidak semata-mata hasil keputusan individual, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial yang saling berkaitan.
Memahami konteks ekonomi, lingkungan sosial, tekanan struktural, efektivitas penegakan hukum, dan sikap terhadap kekerasan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang penyebab dan dinamika di balik tindakan kriminal ini.
Dengan pendekatan ini, solusi yang ditawarkan pun bisa lebih tepat sasaran, seperti memperbaiki kondisi ekonomi, meningkatkan pengawasan hukum, serta memperkuat nilai-nilai sosial positif dalam komunitas.




