Ancaman 13 Korporasi Pariwisata Terhadap Sumber Air di Gunungkidul
Sumber Foto: betahita.id
Ekonomi

Ancaman 13 Korporasi Pariwisata Terhadap Sumber Air di Gunungkidul

BETAHITA.ID - Sebanyak 13 perusahaan pariwisata yang beroperasi di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, Gunung Kidul, mengancam sumber air. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta mencatat seluruh korporasi itu menguasai dan mengubah bentang alam karst seluas kurang lebih 34,46 hektare.

Industri pariwisata tersebut antara lain: Heha Ocean View, Obelix Sea View, Drini Hills, Drini Park Resort, D’Girijati Hotel & Beach Club, Queen of The South Beach Resort & Hotel, Inessya Resort, Casa Coco Resort Villa & Cottage, Stone Valley, Jungwok Blue Ocean, Edge Resort, dan On The Rock.

Ketua Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Yogyakarta, Rizki Abiyoga, menyebutkan gemerlap pariwisata Gunungkidul menyimpan sejumlah fakta kelam berupa kerusakan serius pada ekosistem esensial KBAK Gunungsewu. Padahal ekosistem ini merupakan warisan dunia.

“Kerusakan tersebut bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan kembali, akibat masifnya pembangunan destinasi wisata berbasis korporasi bermodal besar,” ujarnya melalui rilis pers pada Senin (5/1/2026).