Antisipasi Virus Nipah melalui Pemantauan Migrasi Kelelawar dan Burung
WARTA LOMBOK — Balai Karantina Kesehatan Kelas II Pangkalpinang mewaspadai potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia melalui migrasi burung dan kelelawar lintas negara.
Fenomena migrasi dari wilayah beriklim ekstrem, khususnya India dan negara dingin lainnya, dinilai meningkatkan risiko penularan virus berbahaya tersebut.
“Penyakit Nipah harus diwaspadai, karena virus ini dapat menular ke manusia dengan tingkat kematian yang tinggi,” kata Kepala Balai Karantina Kesehatan Kelas II Pangkalpinang Agus Syah sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Ia menjelaskan badai dingin ekstrem mendorong burung dan kelelawar mencari wilayah lebih hangat, termasuk Indonesia yang berada di kawasan khatulistiwa.
Migrasi burung dari Rusia ke Jawa Timur disebut menjadi sinyal kuat pergerakan fauna lintas negara akibat perubahan cuaca global.
Agus menilai migrasi tersebut membuka peluang masuknya kelelawar pembawa virus Nipah ke hutan tropis Indonesia yang kaya habitat alami.




