Apry Aditya Saputra: Pemuda Sleman Inovasi Pendidikan Inklusif untuk Anak Disabilitas
Sumber Foto: Slemankab
Teknologi

Apry Aditya Saputra: Pemuda Sleman Inovasi Pendidikan Inklusif untuk Anak Disabilitas

Sentra Media - Sleman — Kabupaten Sleman kembali melahirkan sosok muda inspiratif yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mencetak prestasi luar biasa di tingkat nasional. Apry Aditya Saputra, pemuda kelahiran lereng Merapi, tepatnya dari Glagahombo, Girikerto, Turi, berhasil menarik perhatian publik melalui dedikasinya dalam pengembangan teknologi pendidikan inklusif bagi anak-anak disabilitas serta keberhasilannya menembus beasiswa bergengsi LPDP.

Tumbuh dari keluarga petani sederhana, Apry membawa nilai-nilai ketulusan desa dalam setiap langkah akademiknya. Lulusan SMK Negeri 2 Depok ini melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta melalui jalur talent scouting. Meski sempat menghadapi kendala administratif saat pengajuan beasiswa di awal kuliah, ia tetap bertahan dengan bekerja paruh waktu sebagai barista hingga asisten dosen. Kegigihan tersebut membuahkan hasil yang nyaris sempurna dengan raihan IPK 3,99 saat kelulusan.

Salah satu kontribusi nyata Apry bagi Kabupaten Sleman adalah inovasi media pembelajaran inklusif yang ia kembangkan. Karya teknologi pendidikan ini telah diimplementasikan di tujuh Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Sleman dan memberikan dampak langsung kepada lebih dari 150 anak disabilitas. Fokusnya pada dunia pendidikan inklusif ini juga diperkuat dengan keterlibatannya dalam berbagai riset pengembangan teknologi yang aplikatif bagi sekolah-sekolah di daerah.

“Pendidikan bukan sekadar alat untuk mobilitas sosial atau sekadar memperbaiki nasib sendiri. Bagi saya, ini adalah sebuah tanggung jawab besar untuk kembali ke masyarakat dan memberi cahaya bagi mereka yang selama ini mungkin terabaikan, terutama anak-anak di SLB. Nilai kebersamaan dan ketulusan dari desa itulah yang membentuk prinsip hidup saya hingga saat ini,” ujar Apry Aditya Saputra saat memberikan keterangan pada Minggu (1/3/2026).

Prestasi Apry tidak hanya terbatas pada meja akademik dan riset. Di bidang non-akademik, ia tercatat sebagai peraih Juara II Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional tahun 2023. Rekam jejak prestasinya telah terpola sejak masa sekolah, mulai dari kompetisi Karya Ilmiah Remaja hingga film dokumenter sejarah. Kapasitas kepemimpinannya pun semakin terasah setelah terpilih sebagai penerima Beasiswa Rumah Kepemimpinan, sebuah program pembinaan nasional yang sangat kompetitif.

Kini, Apry bersiap melanjutkan studi magister di Universitas Gadjah Mada setelah dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2025. Visi besarnya tetap konsisten, yakni mendalami teknologi pendidikan inklusif agar kelak dapat mengabdi sebagai dosen sekaligus pelatih bagi guru-guru SLB di Sleman. Ia ingin memastikan bahwa akses pendidikan berkualitas dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Jangan pernah merasa malu untuk bermimpi besar hanya karena kita berasal dari desa atau keluarga sederhana. Keterbatasan itu sebenarnya bisa dilampaui jika kita memiliki tekad yang kuat, dan pendidikan adalah jalan utama untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Saya ingin membuktikan bahwa anak desa memiliki potensi besar jika diberi akses dan kesempatan yang sama,” tegas Apry.

Keberhasilan Apry Aditya Saputra dalam memadukan prestasi akademik, inovasi sosial, hingga capaian di bidang religi ini memperkuat citra Kabupaten Sleman sebagai daerah yang mampu melahirkan generasi muda berdaya saing tinggi. Sosoknya menjadi bukti nyata bahwa integritas dan komitmen pada kemanusiaan adalah modal utama dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan. (Athiful/KIM Depok)

Post Views: 144

Bagikan: