Atlet Disabilitas Jateng Tetap Berlatih dan Berpuasa di Bulan Ramadan
Sumber Foto: RRI.co.id
Olahraga

Atlet Disabilitas Jateng Tetap Berlatih dan Berpuasa di Bulan Ramadan

Sentra Media - RRI.CO.ID, Surakarta – Para atlet disabilitas cabang olahraga atletik yang tergabung dalam program Pembinaan Jangka Panjang Atlet Potensial (PJPAP) NPCI Jawa Tengah tetap menjalani ibadah puasa Ramadan di tengah program latihan intensif. Berlatih di Stadion Sriwedari Solo, mereka menunjukkan konsistensi dan disiplin meski harus membagi waktu antara sekolah, asrama, dan latihan.

Salah satu atlet, Najib Abdul Rahman, merupakan atlet para atletik klasifikasi T45–47 yang turun di nomor lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, serta lompat jauh. Klasifikasi ini diperuntukkan bagi atlet dengan gangguan fungsi tubuh bagian atas.

Selama Ramadan, aktivitasnya tetap berjalan seperti biasa. Pagi hari ia bersekolah hingga pukul 12.00 WIB, kemudian bersiap menjalani latihan sore mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.

“Melaksanakan Ramadan sendiri tentu banyak tantangan, terus banyak-banyak ibadah karena Ramadan adalah ladang pahala. Yang berat itu memanajemen waktu sama menghemat energi,” ujar Najib saat ditemui RRI setelah latihan, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia mengakui menjalani puasa jauh dari keluarga menjadi tantangan tersendiri. Namun, suasana kebersamaan di asrama membantu menjaga semangat dan fokusnya dalam berlatih.

Di asrama, para atlet menjalani jadwal yang teratur selama Ramadan. Setelah salat tarawih, mereka mengikuti apel malam dan beristirahat lebih awal agar dapat bangun sekitar pukul 03.00 WIB untuk sahur bersama.

Asisten pelatih atletik PJPAP Atletik NPCI Jawa Tengah, Verdian Okky, menjelaskan bahwa selama Ramadan hanya ada penyesuaian waktu latihan tanpa mengurangi porsi program. Jika pada hari biasa latihan dimulai pukul 14.30 WIB, selama Ramadan digeser menjadi pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 16.30 WIB atau 17.00 WIB.

“Kalau tidak bulan Ramadan, latihan mulai pukul 14.30 WIB. Saat Ramadan kita mulai pukul 15.00 WIB sampai sekitar pukul 16.30 WIB atau 17.00 WIB. Alhamdulillah, anak-anak tetap semangat dan tidak ada penurunan yang signifikan,” kata Verdian

Menurutnya, para atlet tetap mampu menjaga performa meski berlatih dalam kondisi berpuasa. Pendampingan pelatih juga difokuskan pada pengaturan intensitas agar kondisi fisik tetap terjaga.

Sebelumnya, Najib mencatatkan prestasi pada ajang Peparpenas November lalu di Jakarta dengan meraih medali emas 100 meter, perak 200 meter, dan perunggu 400 meter. Capaian tersebut menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kemampuan.

Ramadan pun menjadi momentum pembentukan karakter bagi para atlet muda tersebut. Tidak hanya melatih fisik dan teknik, mereka juga ditempa untuk menjaga disiplin, ketahanan mental, serta komitmen terhadap ibadah dan prestasi. (Ryan Assyidiqi)