Bandung Melangkah: Menginspirasi Melalui Keberlanjutan dan Pelestarian Budaya di Entrepreneur Hub ITB 2025
Oloan Ivan Daniel, mahasiswa MBA ITB dan Kepala Festival & Market Bandung Melangkah, menjelaskan bahwa komunitas ini berfokus pada tiga nilai utama: keberlanjutan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan komunitas. Menurutnya, tujuan dari Bandung Melangkah adalah untuk memperkenalkan nilai-nilai konservasi lingkungan serta kekayaan budaya kota Bandung melalui aktivitas yang menyenangkan, sembari memberdayakan masyarakat lokal.
Eco Walk: Menyusuri Alam dan Warisan Kota
Komunitas Bandung Melangkah akan menyelenggarakan kegiatan utama berupa Eco Walk, yang merupakan jalan santai di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda pada 25-26 Oktober 2025. Dalam acara ini, peserta akan diajak untuk menikmati keindahan hutan kota sekaligus mengenal beberapa ikon sejarah, seperti Gua Belanda dan Gua Jepang. Kegiatan ini dirancang untuk mengajak masyarakat melambat sejenak, menikmati alam, serta memahami pentingnya konservasi lingkungan dan pelestarian budaya yang ada di Bandung.
Ivan menegaskan bahwa Eco Walk lebih dari sekadar aktivitas fisik; ini adalah sarana edukasi. "Konsepnya adalah slowing down, menikmati alam sambil belajar tentang warisan budaya kota," ujarnya. Dengan mengombinasikan unsur rekreasi dan pembelajaran, Eco Walk diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan kota dan pelestarian alam.
Festival dan Market: Ruang Kolaborasi UMKM
Selain Eco Walk, Bandung Melangkah juga akan menggelar Festival dan Market yang menjadi pusat kegiatan kreatif dan interaksi masyarakat. Di area pintu gerbang Tahura, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas, seperti yoga, workshop bertema keberlanjutan, edukasi mengenai pemilahan sampah, serta talk show bertajuk "Langkah Talk". Pertunjukan musik tradisional, tarian daerah, dan permainan angklung akan menambah semarak suasana, menonjolkan kekayaan seni dan budaya lokal.
Festival ini juga berfungsi sebagai ajang pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tenant yang diundang merupakan komunitas dengan visi yang sejalan, mulai dari kuliner sehat hingga produk kriya dan produk ramah lingkungan. "Kami melibatkan banyak tenant komunitas untuk memperkuat jejaring UMKM, sekaligus memperkenalkan produk-produk lokal yang mendukung nilai keberlanjutan," jelas Ivan. Dengan cara ini, Bandung Melangkah berperan sebagai jembatan antara pelaku usaha dan masyarakat umum.
Edukasi dan Keterlibatan Komunitas
Bandung Melangkah juga menekankan pentingnya edukasi serta keterlibatan komunitas sebagai fondasi gerakan kota berkelanjutan. Sejak tahap perencanaan, tim telah melibatkan berbagai komunitas lingkungan, kelompok seni, dan organisasi kepemudaan untuk merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan partisipatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap acara dapat mendukung rasa memiliki di kalangan masyarakat.
Selain melalui aktivitas langsung, edukasi juga disampaikan melalui sesi berbagi pengalaman, diskusi tematik, dan lokakarya kreatif. Peserta diajak untuk memahami isu-isu penting seperti pengelolaan sampah, konservasi air, dan pengurangan jejak karbon. "Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan sendiri," kata Ivan. Dengan demikian, Bandung Melangkah berharap bisa melahirkan komunitas yang aktif berkontribusi dalam menciptakan Bandung yang lebih hijau dan inklusif.
Kolaborasi ITB dan Masyarakat: Membangun Ekosistem Berkelanjutan
Kehadiran Bandung Melangkah di Entrepreneur Hub Terpadu Jawa Barat 2025 mencerminkan dukungan ITB dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini menjadi platform strategis untuk memperluas jaringan dan mengajak berbagai pihak, termasuk akademisi, pelaku bisnis, dan komunitas kreatif, untuk bersama-sama menciptakan dampak positif bagi kota Bandung.
Sebagai inisiatif yang baru diluncurkan pada tahun 2025, Bandung Melangkah tetap memiliki akar yang kuat dari tradisi kegiatan Eco Walk yang sudah lama dilakukan oleh sivitas akademika SBM ITB. "Harapannya, berbagai unit di ITB dapat turut serta agar dampak positifnya semakin besar," ujar Ivan. Kolaborasi yang terjalin antara kampus dan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata dalam pengembangan kota yang ramah lingkungan, menghargai warisan budaya, dan memberdayakan komunitas lokal secara berkelanjutan.




