Bekti: Pelatih Pencak Silat yang Cetak Juara Melalui Dedikasi dan Inovasi
Olahraga

Bekti: Pelatih Pencak Silat yang Cetak Juara Melalui Dedikasi dan Inovasi

Sentra Media - Putra Jawa kelahiran Sumatera ini memutuskan pensiun sebagai atlet pada 2012. Keputusan besar itu ia ambil lantaran harus melanjutkan jenjang magister di Ilmu Keolahragaan UNS.

Namun, dedikasi pada pencak silat terus berlanjut. Bekti memulai karier baru sebagai pelatih atlet pencak silat. Misinya untuk mencetak generasi penerus atlet pencak silat Jawa Tengah.

Mulanya, Bekti melatih atlet pencak silat dari kalangan pelajar. Setahun kemudian pada 2013, Bekti mulai melatih mahasiswa. “Tahun 2013 itu saya megang tim Pomnas (pekan olahraga mahasiswa nasional) Jawa Tengah,” tutur Bekti.

Karier kepelatihannya berkembang pesat sejak saat itu. Bekti kemudian melatih sejumlah atlet pencak silat Jawa Tengah untuk berlaga dalam beberapa edisi Pekan Olahraga Nasional. Pada 2024 lalu, Bekti berangkat mendampingi kontingen pencak silat Jawa Tengah dalam PON Aceh-Sumatera Utara.

Baca Juga: Mahasiswa POR UMS Sabet Medali Emas PON XXI

Tak hanya di tingkat nasional, atlet besutan Bekti juga sukses meraih medali di perlombaan internasional. Salah satunya adalah Ginting Baharudin Putra, mahasiswa Pendidikan Jasmani UMS, yang sukses meraih sekeping emas dalam Asean University Games 2024.

Pria yang kini berstatus pendekar dalam Tapak Suci ini aktif dalam sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah. Di tingkat cabang, Bekti pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga Pimpinan Cabang Muhammadiyah Colomadu.

Sementara di tingkat pusat, Bekti mendapat amanah sebagai anggota Bidang Pembinaan Prestasi Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah masa jabatan 2022-2027.

Bekti juga ikut merintis pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani UMS pada 2017 lalu. Ia menjelaskan pendirian prodi tersebut mulanya bertujuan untuk mendukung kaderisasi Tapak Suci Muhammadiyah. Tidak heran jika dirinya dipercaya menjadi ketua prodi Pendidikan Jasmani periode 2017-2021 dan 2021-2025.

Bersama sejumlah civitas academica UMS, Bekti turut melatih talenta organisasi mahasiswa Tapak Suci UMS. Ia juga aktif menggelar pelatihan intensif bagi atlet pencak silat UMS yang akan bertanding pada sejumlah kejuaraan. “Kalau latihan sama saya bakal lebih keras dan disiplin,” kelakarnya.

Metode BEX-TI yang ia kembangkan pun kerap digunakan untuk menempa atlet pencak silat UMS menjelang pertandingan. Terbukti sejumlah atlet yang ia didik berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Ia percaya setiap orang memiliki potensi yang dapat diasah untuk mencetak prestasi. Misi itulah yang ia emban sebagai seorang pelatih untuk memaksimalkan potensi anak didiknya. Bagi Bekti, anak didik harus lebih unggul dari gurunya. “Jika atlet saya prestasinya masih di bawah saya, berarti saya gagal,” tandasnya.

You can share this post!