Belanda Jadi Pusat Utama Rantai Pasok Eropa di Wilayah Blue Banana
JurnalPost.com – Belanda merupakan salah satu negara anggota Uni Eropa yang sangat berpengaruh dalam wilayah Blue Banana, selain itu Belanda disebut dengan negara berdaratan rendah. Meskipun dikenal sebagai negara berdaratan rendah, Belanda dikatakan sebagai negara terpadat karena terkenal dengan kincir angin, tulip, terompa kayu, dan lainnya. Belanda menjadi negara dengan posisi ke-4 dari 28 anggota Uni Eropa yang berhasil menjadi negara dengan kinerja terbaik terkait pertumbuhan digital yang stabil. Belanda berhasil meningkatkan penggunaan layanan internet, integrasi digital, layanan public digital, dan human capital. Belanda sangat memanfaatkan transformasi digital untuk mendukung keberlangsungan negaranya, bahkan di tahun 2017 Belanda telah melakukan uji konektivitas 5G. Belanda merupakan negara yang memiliki infrastruktur berkualitas tinggi, dan didukung dengan adanya jaringan komunikasi tetap seperti tembaga, kabel, dan lainnya.
Berdasarkan letak geografis Belanda, negara ini dikatakan sebagai negara paling terhubung di dunia, hal ini dibuktikan dengan berbagai infrastruktur yang menjadikan Belanda memiliki berbagai kelebihan. Bandara Schipol Amsterdam merupakan bandara yang menempati posisi ke-2 sebagai konektivitas dunia, bahkan menjadi bandara tersibuk ketiga di Eropa. Maka dari itu, Bandara Schipol Amsterdam dikatakan sebagai pusat transportasi utama. Selain menjadi pusat transportasi utama, bandara ini dikatakan sebagai pusat kargo paling memadai di dunia. Artinya di bandara ini, semua makanan terjadi kesegarannya dan produk farmasi dalam kondisi optimal. Hal ini dikarenakan Bandara Schipol Amsterdam mengutamakan sistem yang cermat dan didukung dengan fasilitas yang sangat memadai, bahkan menggunakan biofuel dan penerbangan listrik guna mengurangi emisi karbon. Belanda menjadi negara yang memimpin dalam penerbangan berkelanjutan, dalam artian Belanda menawarkan alternatif berupa kereta api sebagai pengganti penerbangan dalam jarak yang cukup dekat.
Selain bandara, Belanda memiliki Pelabuhan Rotterdam yang letaknya strategis berada di jalur peraira Rhine-Maas dan langsung mengarah ke jantung industri Eropa. Pelabuhan ini dikatakan sebagai pusat perdagangan dan distribusi karena memiliki jaringan transportasi yang luas, sehingga dapat memudahkan proses transportasi barang dan manusia. Pelabuhan ini lebih banyak menangani kargo, diperkirakan senilai 467 juta ton setiap tahunnya. Di sepanjang tepian Pelabuhan Rotterdam dikelilingi perusahaan penyulingan minyak seperti Shell, Caltex, Esso, dan lainnya. Hal tersebut menjadikan Rotterdam sebagai pusat penyulingan minyak utama di dunia, adanya Pelabuhan Rotterdam juga menghasilkan 500.000 lapangan pekerjaan.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa infrastruktur yang dimiliki Belanda sangat berpengaruh bagi perekonomian Uni Eropa. Dalam wilayah Blue Banana, Bandara Schipol Amsterdam merupakan bandara ke-4 atau terakhir setelah Bandar Udara Heathrow London, Bandar Udara Charles de Gaulle Prancis, dan Bandar Udara Frankfurt am Main Jerman. Meskipun begitu Bandara Schipol Amsterdam memainkan peran yang sangat penting sebagai pusat kargo yang paling memadai di dunia. Keberadaan Pelabuhan Rotterdam sebagai pelabuhan pertama yang sangat berpengaruh dalam wilayah Blue Banana, karena letaknya strategis dan berhadapan langsung dengan jantung industri Eropa membuat dunia internasional memandang Belanda sebagai negara yang memiliki posisi cukup kuat. Hal ini dikarenakan Belanda sebagai pusat perdagangan dan distribusi dalam perdagangan internasional, yang mana kapal-kapal atau pesawat harus transit di Belanda untuk melanjutkan proses perdagangan. Maka dari itu infrastruktur Belanda sangat mendominasi wilayah Blue Banana, karena tanpa adanya infrastruktur yang dimiliki Belanda semua proses perdagangan menjadi terhambat.
Infrastruktur yang dipenuhi teknologi terkini dan transformasi digital mengakibatkan barang-barang yang akan dikirim terjaga kondisinya. Meskipun wilayah Blue Banana di penuhi oleh negara-negara super power seperti Prancis, Jerman, dan lainnya namun Belanda tetap memiliki peran paling penting sehingga mendominasi wilayah Blue Banana. Sebagai negara yang mendominasi di wilayah Blue Banana, Belanda menjadi pusat utama Supply Chain di Eropa. Hal ini dikarenakan infrastruktur yang memadai dan letak geografis Belanda, tidak hanya itu banyak perusahaan internasional tertarik dengan sistem bisnis Belanda yang dianggap menguntungkan. Belanda memiliki tiga tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN)yaitu tarif standar senilai 21% berlaku untuk barang dan jasa seperti elektronik, pakaian, dan produk umum. Lalu terdapat, tarif pengurangan senilai 9% berlaku untuk makanan, buku, dan transportasi umum. Tarif nol tidak berlaku bagi transaksi internasional, bahkan Belanda menerapkan pembebasan PPN bagi para usaha kecil. Dalam hal ini sistem PPN Belanda dirancang untuk menjamin efisiensi, penyajian PPN membutuhkan waktu dan biaya yang sedikit sehingga memudahkan impor dan ekspor. Sistem bisnis tersebut mengakibatkan 1.000 perusahaan Amerika dan Asia melakukan aktivitas distribusi yang berpusat di Belanda.
Belanda berhasil menerapkan sistem logistik bawah tanah sejak 1970, awal mulanya di tahun 1978 dikembangkannya konsep Integral Transport System (ITS) yaitu sistem transportasi dengan kecepatan tinggi jarak jauh yang berada di bawah tanah. Kemudian di tahun 1990 terdapat Ondergronds Logistiek Systeem yang dikenal dengan sistem logistik bawah tanah atau ULS. Sistem logistik bawah tanah merupakan alternatif transportasi dengan gabungan transportasi barang antar moda dengan navigasi kereta api. Adanya sistem logistik bawah tanah yang menggabungkan konsep lalu lintas bawah tanah dan penerapan tenaga listrik, dinilai cepat, murah, dan efisien sehingga menjadi pilihan yang tepat. Selain itu sistem logistik bawah tanah dianggap dapat mengurangi beban lingkungan, hal ini dikarenakan adanya pengurangan emisi dan polusi, mengurangi kemacetan, pengurangan penggunaan energi, dan meningkatkan keamanan lalu lintas. Berdasarkan penjelasan diatas Belanda merupakan negara yang menjadi pusat utama Supply Chain di Eropa, dan mendominasi wilayah Blue Banana.




