Bendungan Batujai di Lombok Tengah Menjadi Proyek Percobaan Pembangunan Hub Pesawat Air
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) - Bendungan Batujai di Kabupaten Lombok Tengah resmi ditetapkan sebagai proyek percobaan untuk pembangunan hub pesawat air. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata di daerah tersebut.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengungkapkan bahwa rencana ini telah dibahas secara intensif dengan Gubernur NTB dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026. Proyek ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di Lombok Tengah.
Menurut Bupati, pengembangan pesawat air ini ditujukan untuk menarik wisatawan menengah ke atas yang menginginkan layanan yang aman dan nyaman dalam menjelajahi keindahan Lombok serta destinasi wisata lainnya. "Bendungan Batujai ini akan berfungsi sebagai terminal hub penerbangan pesawat air," jelasnya.
Rute penerbangan yang direncanakan meliputi tujuan-tujuan populer seperti Bali, Sumbawa, Gili Trawangan, Gili Air, Mandalika, Senggigi, serta Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini diharapkan dapat mempercepat konektivitas antar destinasi wisata.
Investor pengembangan pesawat air, Maechal, menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi di NTB saat ini menunjukkan perkembangan yang positif, dengan Lombok dan Sumbawa sebagai tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi. "Inisiatif ini merupakan langkah baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kunjungan wisatawan di NTB," katanya.
Maechal juga menjelaskan bahwa pesawat air ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas yang dibutuhkan wisatawan, memberikan akses yang cepat dan nyaman menuju destinasi wisata di NTB dan Bali.
Vice President AmanAir, Daniel Dwi Ananta, menyebutkan bahwa pada tahap pertama, mereka akan membangun hanggar atau tempat penyimpanan pesawat yang membutuhkan lahan sekitar 50 are. "Kami akan memulai dengan membangun tempat penyimpanan pesawat terlebih dahulu," katanya.
Saat ini, pihaknya sedang menjalani proses komunikasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk mendapatkan izin investasi dalam pengembangan pesawat air tersebut. Daniel menambahkan bahwa akan ada dua pesawat yang dioperasikan pada awalnya, dengan rencana untuk mulai beroperasi pada tahun 2026.




