BPBD Kabupaten Kediri Identifikasi Titik Rawan Bencana di 5 Kecamatan
Sumber Foto: Tribunmataraman.com
Sentra Liputan

BPBD Kabupaten Kediri Identifikasi Titik Rawan Bencana di 5 Kecamatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi. Pemetaan ini bertujuan untuk meningkatkan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan, terutama menjelang puncak musim hujan.

Potensi Banjir di Beberapa Kecamatan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stafanus Djoko Sukrisno, menjelaskan bahwa potensi bencana yang diidentifikasi meliputi banjir, angin kencang, dan tanah longsor. Menurutnya, potensi banjir ditemukan di sebagian wilayah Kecamatan Banyakan, Grogol, Tarokan, Plosoklaten, serta Ngancar.

Djoko menjelaskan bahwa banjir yang dimaksud meliputi banjir genangan dan luapan sungai. Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis, aliran sungai, dan kejadian bencana di masa lalu.

Potensi Angin Kencang dan Longsor

Selain banjir, BPBD juga mencatat beberapa lokasi yang berpotensi mengalami angin kencang, antara lain Kecamatan Mojo, Ringinrejo, Kras, Ngadiluwih, Ngancar, Plosoklaten, Pare, Kepung, Kayen Kidul, Plemahan, Papar, Gampengrejo, dan Pagu. Djoko menyatakan bahwa potensi angin kencang ini menyebar secara luas dari barat hingga timur.

Untuk potensi tanah longsor, wilayah yang memiliki risiko tinggi mencakup Kecamatan Mojo, Semen, Grogol, dan Banyakan. Djoko menekankan bahwa kondisi tanah miring dan berkurangnya penahan air menjadi faktor yang meningkatkan risiko longsor. Ia juga mencatat bahwa banyak hutan atau pohon keras yang telah ditebang, sehingga kemampuan tanah untuk menahan air berkurang.

Langkah Antisipasi BPBD

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, BPBD Kabupaten Kediri telah melaksanakan berbagai langkah, termasuk menggelar apel kesiapsiagaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan personel, peralatan, serta meningkatkan koordinasi antara berbagai sektor terkait.

Djoko menyimpulkan, "Kami telah menggelar apel kesiapsiagaan untuk memastikan bahwa semua personel dan peralatan siap dalam menghadapi kemungkinan bencana, serta meningkatkan kerja sama antar organisasi perangkat daerah (OPD) dan relawan."