BSI UMKM Center: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Jakarta, 6 Desember 2025 - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengukuhkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan fokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memperkuat sektor riil sebagai tulang punggung perekonomian.
BSI mengimplementasikan komitmennya melalui literasi dan penetrasi yang konsisten kepada pelaku UMKM, salah satunya melalui BSI UMKM Center. BSI UMKM Center berfungsi sebagai hub bisnis yang mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas usaha UMKM, dengan harapan mereka dapat beralih ke segmen usaha kecil dan menengah (SME). Saat ini, BSI UMKM Center telah beroperasi di empat lokasi, yaitu Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
Sejak didirikan pada tahun 2021, BSI UMKM Center telah mendampingi ribuan pelaku UMKM dalam meningkatkan kompetensi, mengembangkan usaha, dan memperluas jangkauan pasar. Hingga saat ini, lebih dari 5.300 UMKM telah mendapatkan bimbingan melalui program inkubasi yang diselenggarakan BSI. Pada tahun ini, BSI telah melaksanakan lebih dari 240 pelatihan, konsultasi bisnis yang diikuti oleh lebih dari 200 UMKM, serta partisipasi dalam bazaar dan 33 business matching dengan lebih dari 150 peserta. BSI juga berhasil memfasilitasi sertifikasi halal untuk 986 produk dari 355 pelaku UMKM.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyatakan, "Kami terus mendorong UMKM Center untuk berkembang menjadi hub bisnis yang tidak hanya memberikan akses layanan keuangan syariah, tetapi juga layanan digital, permodalan, dan transaksi bagi para pengusaha UMKM."
Erwan juga menambahkan bahwa peran UMKM Center berkontribusi dalam meningkatkan pembiayaan ritel sebesar Rp41,76 miliar, yang mencerminkan kenaikan sebesar 8,50% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, akuisisi e-channel untuk UMKM binaan BSI juga menunjukkan peningkatan di semua aspek digital, dengan penggunaan QRIS meningkat sebesar 36,96%, BYOND meningkat 31,09%, serta penggunaan mesin EDC.
Komitmen BSI dalam memperkuat UMKM juga sejalan dengan penerbitan POJK No.19 Tahun 2025 tentang akses pembiayaan bagi UMKM. BSI terus mendorong akseptasi pembiayaan Mikro dan SME dengan syarat yang mudah, sambil tetap memperhatikan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Untuk mendukung pertumbuhan segmen mikro hingga Rp500 juta dan SME yang berfokus pada pembiayaan modal kerja serta investasi di rentang Rp500 juta hingga Rp25 miliar, BSI UMKM Center juga berupaya mengembangkan ekosistem bisnis emas bagi UMKM binaan. Ini mencakup investasi melalui cicil emas dan pemenuhan modal kerja melalui gadai emas atau pembiayaan beragun emas.
BSI juga berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan UMKM di Indonesia. Inisiatif ini telah mendapatkan apresiasi sebagai Mitra Kolaborator dari Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Kementerian UMKM RI, dan Kementerian Ekonomi Kreatif.




