Bupati Bandung Dadang Supriatna Terima Penghargaan Wredatama Nugraha Utama
Sumber Foto: Satumedia.id
Pusat Utama

Bupati Bandung Dadang Supriatna Terima Penghargaan Wredatama Nugraha Utama

SATUMEDIA.ID – Atas dedikasi dan komitmen besarnya dalam mendukung pembinaan dan pengembangan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna dianugerahi Piagam dan Tanda Penghargaan Wredatama Nugraha Utama dari PWRI Pusat.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungan nyata Bupati Bandung terhadap para purnabakti di wilayahnya. Selama ini, Dadang Supriatna dikenal aktif mendorong berbagai program yang meningkatkan motivasi, kesejahteraan, dan semangat pengabdian para wredatama di masa pensiun.

“Kami sangat menghargai peran dan kontribusi para wredatama yang telah mengabdikan diri untuk bangsa. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi dalam membangun Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, Maju, dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Dadang Supriatna usai menerima penghargaan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Ketua Umum PWRI Prapto Hadi pada acara HUT ke-63 PWRI Tahun 2025 di Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Bupati menegaskan, PWRI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dari segala lapisan usia.

“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menebar manfaat, memperkuat sinergi, dan menumbuhkan semangat pengabdian bagi seluruh wredatama di Kabupaten Bandung,” tambahnya.

Melalui penghargaan Wredatama Nugraha Utama ini, Pemkab Bandung berharap hubungan kemitraan dengan PWRI semakin erat, serta mampu mendorong lahirnya lebih banyak lansia yang berdaya, mandiri, dan bahagia dalam mendukung pembangunan daerah menuju Kabupaten Bandung Bedas dan Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PWRI Prapto Hadi mengungkapkan, tercatat sebanyak 3,5 juta lebih pensiunan yang tergabung dengan PWRI, belum lagi pensiunan BUMN, BUMD, dan pejabat negara.

“Baru 7 persen di antara para pensiunan merasa sudah bisa menikmati hidup. Sisanya merasa tidak siap dan tidak memahami kehidupan sebagai pensiunan. Ini tugas kita bersama,” kata Prapto Hadi.

Ia tidak memungkiri para pensiunan banyak yang tidak paham dengan apa yang akan dikerjakan. Tantangan lainnya masih punya tanggungan anggota keluarga, belum memiliki rumah tinggal/masih di rumah kontrakan. Hal itu menjadi tugas bersama.

“80 persen pensiunnya ‘disekolahkan’. Terikat pada pinjol dan judol. Ini juga harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi para lansia kini semakin kompleks. Selain penurunan kondisi fisik, mereka juga dihadapkan pada perubahan sosial dan lingkungan seperti polusi serta dinamika teknologi yang memengaruhi gaya hidup dan cara berpikir masyarakat.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan organisasi PWRI agar mampu menjalankan program pendidikan dan pelatihan yang relevan bagi para pensiunan. Dengan demikian, mereka tetap dapat menikmati masa purna tugas dengan bahagia, sehat, dan tetap produktif.*