Bupati Siak Optimis Desa Penyengat Menjadi Pusat Komoditas Nenas
SIak, Bupati Siak, H Syamsuar, menyatakan keyakinannya bahwa Desa Penyengat, yang terletak di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, memiliki potensi untuk menjadi pusat komoditas nenas di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat acara panen raya nenas di lahan seluas 147 hektar pada tanggal 7 Agustus.
Syamsuar memberikan apresiasi terhadap produktivitas nenas di kawasan tersebut, yang mampu memanen lebih dari 20.000 buah. Ia juga menekankan bahwa distribusi nenas dari Desa Penyengat telah menjangkau Pulau Jawa.
"Ini sesuai dengan program Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia terkait setiap desa memiliki produk unggulan. Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen mendukung hal ini, dan kami berencana menjadikan Desa Penyengat sebagai destinasi wisata agro di Riau," ungkapnya.
Ketua Kelompok Tani Bina Tani, Mursidin, mengungkapkan bahwa para petani di Desa Penyengat menunjukkan semangat dan ketekunan dalam bertani. Awalnya, anggota kelompok tani mendapatkan dukungan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam bentuk bibit dan pupuk.
"Kami juga melakukan studi banding di Sungai Apit untuk mempelajari cara menanam nenas yang baik. Selama ini, kami dibina oleh Community Development RAPP. Setiap kali panen, kami bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp 30 juta," jelas Mursidin.
Sementara itu, Manajer Community Development RAPP, Marzum, menambahkan bahwa perusahaan memiliki program one village one commodity, yang merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan perusahaan. "Kami ingin masyarakat sejahtera. Ketika warga bersemangat, kami juga akan lebih bersemangat. Prinsip dari Bapak Sukanto Tanoto adalah perusahaan harus memberikan manfaat bagi masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan baru untuk perusahaan itu sendiri," ujarnya.
Dalam acara tersebut, perusahaan juga menyerahkan bantuan modal usaha berupa gerobak jajanan senilai Rp 18 juta kepada warga secara simbolis kepada Bupati Syamsuar.




