Dampak Pembangunan Infrastruktur Terhadap Migrasi Iklim di Pesisir Demak
Sumber Foto: Teras.id
Internasional

Dampak Pembangunan Infrastruktur Terhadap Migrasi Iklim di Pesisir Demak

Soal ini, Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, Mila Karmila mengungkapkan, pembangunan Pelabuhan Tanjung Emas, pembangunan kawasan industri Terboyo, dan pembangunan perumahan elit di Marina turut berkontribusi membuat perubahan arus laut mengarah ke timur, pesisir Demak.

Sementara, belakangan ini pembangunan Jalan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak (TTLSD) di bibir pantai itu digadang-gadang bisa menjadi pencegah banjir rob dan abrasi. Namun, di sisi lain warga setempat khawatir pembangunan tersebut malah memperparah kondisi pesisir Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Benovita Dwi Saraswati mengatakan, meski proyek strategis nasional berupa pembangunan Jalan Tol Tanggul Laut Semarang–Demak (TTLSD) akan membawa manfaat besar bagi konektivitas dan pengendalian banjir rob, namun di sisi lain proyek ini juga berdampak pada ekosistem mangrove.

Hal itu memantik tim serta.id untuk menelisik lebih mendalam permasalahan yang dihadapi warga setempat. Hasil liputan tersebut tertuang dalam laporan berseri.

Laporan pertama akan berjudul ‘’Migrasi Iklim : Potret Warga Pesisir Demak Bertahan Hidup’’, dan ‘’Pindah Tak Menghapus Beban Warga Bedono’’.

Pada laporan berikutnya juga akan dipaparkan bagaimana di tengah beban berat, para warga juga dihadapkan pada kehilangan aset karena tanahnya kini sudah menjadi lautan. Khawatir kehilangan aset peninggalan leluhur, warga pun terpaksa menjual dengan sangat murah, seharga sebuah bakwan goreng, Rp 2.000 per meter. Kondisi tersebut digambarkan dalam laporan berjudul ‘’Terancam Musnah, Tanah Terpaksa Dijual Murah.’’

Tim serat.id juga menelisik catatan sejarah tentang banjir di kawasan Sayung melalui tulisan berjudul ‘’Sayung Perlahan Tergerus: Jejak Banjir Masa Kolonial dan Abrasi yang Menyusul.’’

Selain itu, tim redaksi juga menghadirkan praktik baik warga Dusun Bedono, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang terus berikhtiar menolak tenggelam. Laporan tersebut disajikan dalam bentuk tanya-jawab dengan salah satu pendiri Komunitas Bumi Hijau. Komunitas itu berupaya meredam terjangan gelombang dengan membangun rumpon kerang dan penanaman mangrove.

Melalui laporan panjang dan berseri ini, serat.id berharap bisa dijadikan referensi para pihak termasuk para pemangku kebijakan untuk bersama-sama menyelamatkan warga setempat. Selain itu, setiap membuat merencanakan dan melakukan pembangunan lebih berpihak pada rakyat serta lingkungan. Selamat membaca.