Dana Desa 2025: Dukungan Pembangunan 19 Desa di Kecamatan Kedungwaru
RADAR TULUNGAGUNG - Kecamatan Kedungwaru merupakan salah satu kecamatan strategis yang terletak di wilayah utara dan timur pusat kota Tulungagung.
Kecamatan Kedungwaru dikenal sebagai wilayah penyangga utama pusat kota Tulungagung, dan memiliki peran vital dalam mendukung perkembangan ekonomi, pendidikan, serta infrastruktur daerah.
Kecamatan Kedungwaru memiliki posisi geografis yang sangat menguntungkan karena berada di jalur penghubung antar kecamatan dan dekat dengan berbagai fasilitas transportasi utama seperti Stasiun Tulungagung dan Terminal Gayatri.
Hal ini menjadikan wilayah Kecamatan Kedungwaru mudah diakses dari berbagai arah dan berpotensi menjadi kawasan pengembangan perkotaan di masa mendatang.
a. Pendidikan
Kedungwaru dikenal sebagai pusat pendidikan di Tulungagung, dengan hadirnya berbagai sekolah unggulan dan perguruan tinggi ternama seperti UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Universitas Bhinneka PGRI, dan lain sebagainya.
Banyak mahasiswa dari berbagai daerah datang ke Kedungwaru untuk menuntut ilmu.
b. Ekonomi dan UMKM
Wilayah ini menjadi salah satu pusat perdagangan dan jasa yang berkembang pesat. Banyak usaha kecil menengah (UMKM), toko modern, serta pasar tradisional yang aktif menunjang perekonomian warga.
c. Pertanian dan Peternakan
Beberapa desa masih mempertahankan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama. Komoditas seperti padi, jagung, dan sayur-mayur banyak dibudidayakan.
d. Industri Rumah Tangga
Kerajinan, konveksi, dan olahan makanan menjadi sektor industri rumahan yang tumbuh secara mandiri dan potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.
e. Infrastruktur dan Fasilitas Publik
Kecamatan Kedungwaru memiliki infrastruktur yang terus berkembang, termasuk jalan raya dan akses transportasi antar desa, fasilitas kesehatan, sarana olahraga, dan lain sebagainya.
Berikut dana desa (DD) yang diterima 19 desa di Kecamatan Kedungwaru pada tahun ini:
1. Plosokandang Rp 1.208.302.000
2. Tunggulsari Rp 1.089.505.000
3. Ringinpitu Rp 1.207.228.000
4. Loderesan Rp 822.309.000
5. Bulusari Rp 844.737.000
6. Bangoan Rp 1.328.209.000
7. Boro Rp 987.017.000
8. Tapan Rp 1.377.631.000
9. Rejoagung Rp 1.219.408.000
10. Kedungwaru Rp 1.076.938.000
11. Plandaan Rp 1.051.728.000
12. Ketanon Rp 1.239.415.000
13. Tawangsari Rp 770.319.000
14. Mangunsari Rp 1.141.559.000
15. Winong Rp 684.545.000
16. Majan Rp 1.047.698.000
17. Simo Rp 807.780.000
18. Gendingan Rp 1.025.306.000
19. Ngujang Rp 894.140.000




