Danau Mas Harun Bastari Jadi Magnet Wisata Paralayang dan Konten Kreator di Rejang Lebong
MEDIA CENTER REJANG LEBONG — Langit Kabupaten Rejang Lebong sejak awal Oktober 2025 tampak berbeda. Parasut warna-warni menari di udara, menambah semarak kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB) yang kini menjadi pusat kegiatan Open Tandem Paralayang sekaligus magnet baru bagi para konten kreator nasional.
Event yang berlangsung sejak 4 Oktober hingga 4 November 2025 itu menarik pengunjung dari berbagai daerah. Selama sebulan penuh, kawasan danau di dataran tinggi Rejang Lebong ini menjadi pusat perhatian pecinta olahraga ekstrem, wisata alam, dan pembuat konten digital yang memburu panorama langit Bengkulu dari ketinggian.
Momentum Sport Tourism Bengkulu
Ketua Harian Komunitas Paralayang Indonesia (KPI) Rejang Lebong / Paralel, Ruly Sumanda, S.H., M.H., menyebut kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Rejang Lebong sebagai destinasi unggulan sport tourism di Provinsi Bengkulu.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa Rejang Lebong memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan wisata olahraga. Tidak semua daerah punya lanskap seindah Danau Mas Harun Bastari yang cocok untuk paralayang,” ujar Ruly.
Menurut Ruly, kegiatan ini terbuka untuk umum dengan tarif Rp650.000 per orang. Setiap peserta akan diterbangkan oleh pilot tandem profesional bersertifikat yang menetap di Rejang Lebong selama masa kegiatan.
Selain di Danau Mas, tim Paralel juga telah melakukan uji terbang di Bukit Kaba, sementara Bukit Basah kini sedang disurvei sebagai calon lokasi lintasan baru.
Sinergi Paralayang dan Pengelola Danau
Kehadiran paralayang di kawasan Danau Mas Harun Bastari terbukti mendongkrak jumlah pengunjung. Setiap akhir pekan, wisatawan datang untuk mencoba sensasi terbang atau sekadar menikmati panorama danau sambil bermain kano, berperahu, atau memancing.
Pengelola Danau Mas Harun Bastari, Benny Irawan, S.H., M.C.P., mengatakan pihaknya terus berbenah agar pengunjung merasa nyaman.
“Kami rutin melakukan aksi bersih-bersih, pemotongan rumput, dan penebaran bibit ikan di kolam sekitar danau. Harapannya, pengunjung semakin betah dan ingin kembali lagi,” jelas Benny.
Selain mempercantik area wisata, pengelola juga menata ulang area parkir dan pedagang kaki lima agar kawasan terlihat rapi dan tertib. Menurut Benny, kolaborasi dengan komunitas paralayang menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya tarik Danau Mas Harun Bastari.
“Kehadiran paralayang memberi warna baru bagi Danau Mas. Bayangkan, sambil bermain kano, pengunjung bisa menyaksikan penerbang tandem melintas di langit dan mendarat di tepian danau — itu pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain,” tambahnya.
Destinasi Favorit Baru Konten Kreator Nasional
Fenomena paralayang di Danau Mas Harun Bastari juga mencuri perhatian para konten kreator nasional. Sejumlah pembuat konten dari Provinsi Bengkulu maupun dari luar daerah hadir untuk mengabadikan keindahan langit Rejang Lebong dari berbagai sudut pandang.
Pemandangan unik antara langit, danau, dan pegunungan menciptakan angle visual sinematik yang menarik untuk vlog, reels, dan video pendek.
“View-nya bagus banget. Ada kombinasi air, bukit, dan langit — konten di sini bisa FYP,” ujar salah satu kreator asal Palembang.
Pesona Alam Tak Pernah Redup
Terletak di dataran tinggi Kabupaten Rejang Lebong, Danau Mas Harun Bastari menawarkan panorama alam yang menenangkan. Dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk, danau ini memantulkan langit biru serta pepohonan rindang di permukaannya.
Selain paralayang, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas wisata:
Berkeliling danau dengan perahu atau kano,
Memancing di spot alami,
Piknik santai bersama keluarga,
Fotografi dan videografi dengan latar penerbang di langit — spot favorit pemburu konten viral.
Menuju Kabupaten Wisata
Benny yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Rejang Lebong, menegaskan komitmen pengelola untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas olahraga udara dan pemerintah daerah.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan Paralel, Dinas Pariwisata, pihak kecamatan dan desa, serta asosiasi dan agen perjalanan wisata. Semua ini untuk mendukung program Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari, S.E., M.A.P., dan Wakil Bupati Dr. Hendri Praja, S.STP., M.Si., dalam mewujudkan Rejang Lebong sebagai Kabupaten Wisata,” ungkap Benny.
Dengan dukungan komunitas, pemerintah, dan pengelola lokal, Danau Mas Harun Bastari kini bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan ikon baru sport tourism dan pusat kreativitas digital Bengkulu, memperkuat citra Rejang Lebong sebagai daerah tujuan wisata modern dan berdaya saing.(mcrl/rizani)




