Digital Learning: Kunci Akses Pendidikan Berkualitas di Wilayah 3T
Sumber Foto: RRI.co.id
Nasional

Digital Learning: Kunci Akses Pendidikan Berkualitas di Wilayah 3T

RRI.CO.ID, Surabaya - Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., mantan Menristekdikti Indonesia, mendorong penguatan model pembelajaran digital learning nasional. Ia menilai metode ini membantu masyarakat wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T untukmengakses pendidikan berkualitas.

Ia menyebut digital learning menghemat biaya operasional dan kebutuhan dosen perguruan tinggi. "Model pembelajaran harus bergeser mengikuti perkembangan teknologi pendidikan," ujarnya, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia mencontohkan transformasi digital pendidikan di Singapore sebagai acuan kebijakan Indonesia. "Singapura sudah di atas 90 persen, sementara Indonesia masih sekitar 32 persen," katanya.

Ia juga menyoroti kemajuan digital learning di Korea Selatan yang hampir menjangkau seluruh mahasiswa. "Korea Selatan mencapai sekitar 96 persen penerapan pembelajaran digital," ujarnya.

Digital learning dinilai memudahkan pembelajaran bagi pekerja industri maupun mahasiswa daerah terpencil. "Pembelajaran digital memudahkan akses pendidikan di wilayah terpencil dan kepulauan," katanya.

Model digital learning pernah diterapkan luas saat pandemi Covid-19 melanda dunia pada 2020. Pengalaman tersebut menjadi dasar penguatan sistem pembelajaran daring nasional pasca pandemi.

Ia berharap metode hybrid learning dan e-learning tetap digunakan untuk memperluas akses pendidikan nasional. "Teknologi harus dimanfaatkan maksimal untuk pemerataan pendidikan seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.