Dinamika Migrasi Penduduk di Ibu Kota Nusantara Menuju Pusat Pertumbuhan
KBRN, Jakarta: Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan dinamika migrasi penduduk IKN tahun 2025. Migrasi masuk dinilai cukup besar seiring peran IKN sebagai pusat pertumbuhan baru.
Sekitar 4 dari 10 penduduk IKN merupakan migran seumur hidup. Mereka lahir di luar wilayah IKN dan kemudian menetap di kawasan tersebut.
"Sebagai daerah yang ditujukan sebagai pusat pertumbuhan baru, migrasi masuk ke Ibu Kota Nusantara tertolong cukup besar," ucapnya dalam Acara Penyerahan Produk Kerja Sama Pendataan Penduduk IKN Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (16/12/2025) malam.
Amalia mencontohkan penduduk tertua IKN berumut 108 tahun sebagai migran seumur hidup. Penduduk tersebut lahir di Ujung Pandang, Makassar dan kini tercatat sebagai warga IKN.
Selain itu, sekitar 6 persen penduduk IKN merupakan migran recent. Migran recent adalah penduduk yang pindah ke IKN dalam kurun lima tahun terakhir.
Berdasarkan asal daerah, migran seumur hidup terbanyak berasal dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Sementara migran recent paling banyak berasal dari Kalimantan Timur.
Sulawesi Selatan dan Jawa Timur juga menjadi daerah asal utama migran recent berikutnya. Pola migrasi mencerminkan keterkaitan wilayah sekitar dan daerah asal tenaga kerja.
Dari sisi pendidikan, hampir 7 persen penduduk IKN menamatkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Angka ini menunjukkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan IKN.
Dalam penggunaan bahasa, hampir 20 persen penduduk usia lima tahun ke atas memakai bahasa daerah. Bahasa daerah digunakan dalam komunikasi keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono menegaskan data kependudukan menjadi dasar utama pembangunan IKN. Data tersebut dihasilkan melalui pencatatan penduduk hasil kerja sama Otorita IKN dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Basuki menyebut pencatatan penduduk bukan sensus, melainkan pendataan seluruh penduduk tanpa pengecualian. “Semua penduduk dicatat, termasuk saya sendiri sebagai penduduk di IKN,” kata Basuki di Jakarta, Selasa (17/12/2025) malam.




