DPRD Tana Tidung Audiensi Kementerian Kehutanan Perjuangkan Hak Warga atas Lahan
Hukum

DPRD Tana Tidung Audiensi Kementerian Kehutanan Perjuangkan Hak Warga atas Lahan

Sentra Media - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tana Tidung, Markus Yuteng bersama anggota DPRD Tana Tidung melakukan audiensi dengan jajaran Kementerian Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta guna menyampaikan aspirasi masyarakat terkait persoalan lahan di kawasan konsesi PT Adindo Hutani Lestari. Pertemuan tersebut membahas kondisi masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan pada lahan yang kini masuk dalam kawasan perizinan perusahaan.

TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – DPRD Kabupaten Tana Tidung terus memperjuangkan penyelesaian persoalan lahan masyarakat yang berada di dalam kawasan Perizinan Pemanfaatan Hutan Berusaha (PHPB) milik PT Adindo Hutani Lestari. Upaya ini dilakukan untuk memastikan hak serta kepentingan masyarakat tetap terlindungi di tengah tumpang tindih pengelolaan lahan dengan konsesi perusahaan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi yang dilakukan DPRD Tana Tidung dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, para wakil rakyat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat terkait pengelolaan lahan di kawasan konsesi perusahaan.

Baca Juga

Sikapi Keluhan Warga Pantai Amal, Komisi III DPRD Kaltara Desak PLN Segera Beri Solusi

Markus Yuteng Serap Aspirasi Warga Tana Tidung dalam Reses II, Isu Ekonomi hingga Infrastruktur Mengemuka

DPRD Apresiasi Langkah Askrindo Gelar Sosialisasi Asuransi Mikro untuk Nelayan Tarakan

Kolaborasi untuk Demokrasi Berkualitas, Bawaslu Kota Tarakan dan FEB UBT Teken PKS

Wakil Ketua I DPRD Tana Tidung Markus Yuteng hadir bersama sejumlah anggota DPRD lainnya, yakni Syahrul, Hamzah, Abdul Gapar, Baharudin, dan Hasan. Mereka menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, serta kondisi nyata yang dialami masyarakat di lapangan.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kasubdit RKU Direktorat PUPH Ditjen PHL Kementerian Kehutanan Rahmat Budiono serta Plt Kepala Dinas PUPRPKP Tana Tidung Idris Hendro Wibowo bersama jajaran Bidang Tata Ruang.

Dalam pertemuan itu, Markus Yuteng menegaskan bahwa sebagian masyarakat telah lama menggantungkan kehidupan mereka pada lahan yang dikelola secara turun-temurun.

“Banyak masyarakat yang selama ini hidup dan bergantung dari lahan tersebut. Karena itu, kami datang langsung ke kementerian untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan agar persoalan ini mendapat perhatian serius dan solusi yang adil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masuknya sebagian wilayah yang selama ini dikelola masyarakat ke dalam kawasan konsesi perusahaan menimbulkan sejumlah persoalan. Di antaranya keterbatasan akses masyarakat terhadap lahan hingga ketidakjelasan status pengelolaan yang dirasakan warga.

DPRD Tana Tidung menilai kebijakan terkait kawasan hutan tidak seharusnya hanya berlandaskan aspek regulasi semata. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan aspek sosial, sejarah penguasaan lahan oleh masyarakat, serta keberlangsungan hidup warga di sekitar kawasan.

“Kami berharap kebijakan yang diambil nantinya benar-benar mempertimbangkan kondisi masyarakat di lapangan. Aspirasi warga harus menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan,” tambah Markus.

Melalui pertemuan tersebut, pihak Kementerian Kehutanan mendengarkan langsung berbagai masukan yang disampaikan DPRD terkait kondisi masyarakat di lapangan. Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar pihak sekaligus membuka ruang solusi yang lebih jelas bagi masyarakat.

DPRD Tana Tidung juga mendorong pemerintah pusat untuk melakukan peninjauan serta penataan kembali terhadap persoalan lahan yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat.

Melalui dialog dan koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, DPRD berharap dapat tercapai solusi yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

“Perjuangan ini bukan sekadar soal batas wilayah atau administrasi lahan, tetapi tentang mempertahankan ruang hidup masyarakat yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. DPRD Tana Tidung akan terus mengawal proses ini sampai masyarakat mendapatkan kepastian dan perlindungan atas hak-haknya,” tegas Markus.(**)

Tags: aspirasi masyarakat audiensi DPRD DPRD Tana Tidung hak masyarakat Kalimantan Utara kebijakan kehutanan Kementerian Kehutanan RI konflik lahan konsesi hutan Markus yuteng masyarakat sekitar hutan PT. Adindo Hutani Lestari Tana Tidung Tata ruang

Berita Lainnya

Parlemen

Sikapi Keluhan Warga Pantai Amal, Komisi III DPRD Kaltara Desak PLN Segera Beri Solusi

6 Juni 2026 21:12

Parlemen

Markus Yuteng Serap Aspirasi Warga Tana Tidung dalam Reses II, Isu Ekonomi hingga Infrastruktur Mengemuka

4 Juni 2026 18:15

Parlemen

DPRD Apresiasi Langkah Askrindo Gelar Sosialisasi Asuransi Mikro untuk Nelayan Tarakan

4 Juni 2026 13:21

Pendidikan

Kolaborasi untuk Demokrasi Berkualitas, Bawaslu Kota Tarakan dan FEB UBT Teken PKS

4 Juni 2026 12:55

Parlemen

Nasir: Jangan Bebankan Risiko Bisnis Sawit kepada Petani

3 Juni 2026 17:44

Parlemen

Jaga Kesejahteraan Petani, DPRD Kaltara Minta Penetapan Harga TBS Adil dan Transparan

3 Juni 2026 16:36

Discussion about this post

You can share this post!