Empat Kursi untuk Maluku Utara: Suara Bersama Masyarakat
Jakarta – Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) di Kompleks Senayan, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menerima audiensi dari Kaukus Partai Politik dan Masyarakat Provinsi Maluku Utara. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas usulan penambahan alokasi kursi DPR RI perwakilan dari Provinsi Maluku Utara menjadi empat kursi.
Usulan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan representasi politik masyarakat Maluku Utara, yang sejalan dengan pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu yang tengah berlangsung. Pada kesempatan tersebut, Doli mengungkapkan bahwa hampir semua partai politik telah menyuarakan aspirasi serupa, yakni minimal empat kursi untuk setiap daerah pemilihan di Indonesia.
Pertemuan ini juga menjadi wadah bagi Kaukus untuk menyerahkan pokok-pokok pikiran terkait penambahan kursi tersebut. Dalam pertemuan sebelumnya, pada 10 April, telah dicapai kesepakatan antara partai politik dan tokoh masyarakat Maluku Utara mengenai tambahan alokasi kursi dan daerah pemilihan. Beberapa poin penting dari kesepakatan tersebut mencakup dukungan penuh untuk penambahan alokasi kursi serta permohonan kepada Komisi II DPR RI dan KPU untuk melakukan penyesuaian alokasi jumlah kursi.
Doli Kurnia juga menekankan pentingnya mengoreksi ketimpangan representasi politik yang ada saat ini. 'Hari ini saya menerima teman-teman lama saya dari Maluku Utara yang tergabung dalam Kaukus Partai Politik dan Masyarakat Provinsi Maluku Utara. Ada pimpinan parpol, KAHMI, mantan anggota DPD RI, dan mantan kepala daerah. Berdasarkan pengalaman mereka, mereka mengusulkan agar kursi DPR RI perwakilan Provinsi Malut menjadi empat kursi. Dan saya menyampaikan bahwa saat ini, dari kajian kita, hampir semua partai politik aspirasinya sama, agar semua dapil yang ada di Indonesia untuk DPR RI itu minimal empat. Jadi Insya Allah ini relevan, ini bentuk dukungan dari daerah pada kami untuk memperjuangkannya melalui revisi Undang-Undang Pemilu,' ujar Doli.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperjuangkan peningkatan representasi politik masyarakat Maluku Utara di DPR RI, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan dinamika pembangunan yang terjadi di daerah tersebut. Apakah upaya ini akan membuahkan hasil dalam waktu dekat? Hanya waktu yang akan menjawab.




