Erdogan Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Negara Terpisah di Suriah
ANKARA
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan tidak ada ruang bagi pembentukan negara di dalam negara maupun keberadaan pasukan bersenjata terpisah di Suriah, seraya menekankan bahwa krisis di negara tersebut harus diselesaikan secara damai dan sesuai dengan kesepakatan yang ada.
Pernyataan itu disampaikan Erdogan saat berbicara dalam acara Upacara Pemberian Penghargaan Jasa Kontrak Internasional Selasa (27/1).
Erdogan menegaskan bahwa solusi politik yang sejalan dengan semangat perjanjian politik merupakan satu-satunya jalan yang layak untuk menyelesaikan krisis Suriah.
Ia juga menyambut baik dekret terbaru yang menjamin hak-hak dasar warga Kurdi di Suriah, yang sebelumnya tidak diakui sebagai warga negara pada masa pemerintahan Bashar al-Assad.
“Kami sangat senang melihat bahwa dekret terbaru menjamin hak-hak fundamental saudara-saudari Kurdi kami, yang bahkan tidak dianggap sebagai warga negara di bawah rezim Assad,” kata Erdogan.
Menurut dia, arah yang tepat bagi Suriah sudah jelas dan pengulangan kesalahan masa lalu tidak akan membawa hasil apa pun.
Erdogan mengatakan Turkiye terus merespons permintaan bantuan kemanusiaan dari warga Kurdi Suriah melalui kerja sama erat dengan pemerintah Suriah.
Ia juga mengimbau warga Kurdi agar tidak terjebak dalam skema yang bertujuan merusak persaudaraan dan memicu perpecahan.
Selain itu, Erdogan menyatakan kampanye besar rekonstruksi dan rehabilitasi akan dimulai di seluruh wilayah Suriah, terutama di kawasan permukiman yang hancur akibat serangan pada masa pemerintahan sebelumnya.
Ia menambahkan, seiring tercapainya stabilitas dan keamanan di Suriah, negara-negara tetangga, terutama Turkiye, akan langsung merasakan dampak positifnya.




