Etika dalam Teknologi: Tanggung Jawab di Era Image Processing
Inovasi yang berjalan tanpa rambu dapat merugikan masyarakat.
Red: Ferry kisihandi
Foto: UNM
UNM berkomitmen mencetak lulusan informatika yang tidak hanya unggul secara teknis, juga memiliki integritas dan kepekaan sosial.
Oleh: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika (S1) Universitas Nusa Mandiri
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan image processing yang semakin masif di ruang publik membawa konsekuensi yang tidak sederhana. Teknologi pengenal wajah, kamera pintar, hingga sistem analisis visual kini hadir di ruang-ruang privat dan sosial masyarakat.
Media online kerap menyoroti manfaatnya, tetapi pada saat yang sama memperlihatkan sisi gelap berupa manipulasi gambar, penyalahgunaan data visual, hingga praktik pengawasan yang berlebihan.
Di titik inilah teknologi tidak lagi sekadar soal kecanggihan, melainkan tanggung jawab. Sebagai akademisi di bidang informatika, saya memandang isu etika dan privasi dalam image processing sebagai persoalan mendasar.
Teknologi visual memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, merekam, dan menganalisis manusia secara detail. Jika tidak dikembangkan dengan kesadaran etis, teknologi ini berpotensi melanggar batas privasi dan menimbulkan ketidakpercayaan publik.
Informatika tidak bisa berdiri netral. Setiap baris kode membawa dampak sosial. Bagi mahasiswa Program Studi Informatika S1 Universitas Nusa Mandiri (UNM), tantangan ini seharusnya menjadi bagian integral dari proses pembelajaran.
Image processing bukan hanya tentang algoritma dan akurasi sistem, juga konsekuensi dari teknologi yang dibangun. Mahasiswa perlu memahami, kesalahan kecil dalam pengolahan citra dapat berdampak luas bagi individu dan masyarakat.
Kehati-hatian dan tanggung jawab harus berjalan seiring dengan inovasi. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis, menanamkan kesadaran bahwa pengembangan teknologi tidak boleh dilepaskan dari nilai etika.
Melalui Fakultas Teknologi Informasi, mahasiswa didorong untuk mempertimbangkan aspek keamanan data, privasi pengguna, dan dampak sosial dalam setiap solusi digital yang dirancang. Image processing seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menciptakan rasa diawasi atau terancam.
Isu etika dalam image processing juga menegaskan pentingnya regulasi dan standar penggunaan teknologi. Inovasi yang berjalan tanpa rambu dapat merugikan masyarakat dan merusak kepercayaan terhadap teknologi itu sendiri.
Karena itu, mahasiswa informatika perlu dibekali pemahaman bahwa profesional teknologi bukan hanya pencipta sistem, tetapi juga penjaga nilai dan kepercayaan publik.
Pada akhirnya, tantangan image processing di era digital bukan terletak pada sejauh mana teknologi mampu “melihat”, tetapi sejauh mana manusia mampu mengendalikannya dengan bijak.
UNM berkomitmen mencetak lulusan informatika yang tidak hanya unggul secara teknis, juga memiliki integritas dan kepekaan sosial. Karena teknologi visual yang baik bukan yang paling canggih, melainkan yang paling bertanggung jawab.
Ikuti Whatsapp Channel Republika
Advertisement
unm
image processing
teknologi
informatika
integritas
program studi informatika
nilai etika
Berita Terkait
News - 14 March 2026, 14:08
Perpustakaan Bukan Beban tapi Penentu Mutu Kampus
News - 13 March 2026, 13:53
Belum Lulus Sudah Direkrut Kerja? UNM Buka Campus Hiring untuk Mahasiswa dan Alumni
News - 13 March 2026, 13:44
Modal Tipis Bukan Alasan, Mahasiswa Bisa Mulai Bisnis dari Skill
News - 13 March 2026, 13:12
Mahasiswa UNM Ciptakan Aplikasi Mobile untuk Latih Fokus Anak, Tersedia di PlayStore
News - 11 March 2026, 15:59
SERASI UNM 2026 Siap Digelar, Bekali Maba Jadi Generasi Inovatif
News - 11 March 2026, 15:48
Maba UNM Siap Ikuti MOKA 2026, Apa yang akan Didapat?
News - 06 March 2026, 13:06
UNM Jajaki Kerja Sama dengan BSN
News - 06 March 2026, 12:47
Perkuat Link and Match, BSN dan Universitas Nusa Mandiri Dorong Program IEP 3+1
Berita Lainnya
Ekonomi - Selasa , 17 Mar 2026, 00:21 WIB
Minat Tokenisasi Aset Naik, Volume Trading Pengguna Pintu Melonjak 45 Persen
Ekonomi - Senin , 16 Mar 2026, 23:36 WIB
Pemudik Bali–Jawa Naik 33,8 Persen, ASDP Kerahkan 35 Kapal di Ketapang–Gilimanuk
Ekonomi - Senin , 16 Mar 2026, 20:22 WIB
Menkeu Purbaya Tes 10 Perusahaan: Semuanya Under Invoicing
Ekonomi - Senin , 16 Mar 2026, 20:00 WIB
Pelabuhan Gilimanuk Macet, Menhub: Kita Sudah Siapkan Buffer Zone
Ekonomi - Senin , 16 Mar 2026, 19:18 WIB
Kerja Sama Energi Indo-Pasifik Dinilai Penting di Tengah Ketidakpastian Global




