Sentra Media - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Ribuan burung gagak dilaporkan terbang menutupi langit di atas Ibu Kota Israel, Tel Aviv, pada Selasa (24/3/2026). Kemunculan kawanan burung tersebut seketika memicu berbagai spekulasi publik di tengah situasi perang melawan Iran.
Melansir laporan dari surat kabar Inggris, Daily Mail, sejumlah pengguna media sosial X memberikan reaksi beragam terkait fenomena ini. Sebagian besar netizen menganggap kemunculan burung gagak tersebut sebagai pertanda buruk atau malapetaka yang sering dikaitkan dengan bencana besar.
Namun, para ilmuwan yang mempelajari perilaku burung memberikan penjelasan yang berbeda. Menurut para ahli, fenomena tersebut bukanlah hal gaib, melainkan bagian dari migrasi musiman rutin yang terjadi di sepanjang salah satu jalur migrasi burung tersibuk di dunia.
Para ahli mencatat bahwa sekitar 500 juta burung melewati wilayah Israel setiap tahun selama masa migrasi musim semi. Burung gagak, khususnya jenis Gagak Berkerudung, memang sangat umum ditemukan di wilayah Israel dan sekitarnya.
Pergerakan besar-besaran burung gagak di Israel sering terjadi selama musim semi, di mana mereka meninggalkan daerah perkotaan seperti Tel Aviv sekitar bulan Maret. Perubahan perilaku ini sering dikaitkan dengan faktor lingkungan, perubahan musim, maupun gangguan tertentu di habitatnya.
Meski penjelasan ilmiah telah diberikan, banyak pengguna media sosial yang tetap bersikeras bahwa ada pesan menyeramkan di balik kemunculan kawanan besar tersebut di tengah eskalasi konflik yang sedang berlangsung.