FOLK Akuisisi 99,96% Saham Traya Multi Investama untuk Ekspansi Bisnis
Sumber Foto: Neraca.co.id
Ekonomi

FOLK Akuisisi 99,96% Saham Traya Multi Investama untuk Ekspansi Bisnis

NERACA

Jakarta — Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Multi Garam Utama Tbk. (FOLK) mengumumkan rencana pengambilalihan hampir seluruh saham PT Traya Multi Investama. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama FOLK, Danny Sutradewa menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan langkah strategis perseroan untuk memperluas portofolio bisnis sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.”Pelaksanaan rencana transaksi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi perseroan sebagai perusahaan holding multisektor untuk memperluas portofolio usaha dan menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan,"ujarnya.

Dalam rencana transaksi itu, FOLK akan mengambil alih 99,96% atau sebanyak 2.499 saham Traya Multi Investama. Setelah transaksi efektif, perseroan akan menjadi pemegang saham pengendali baru dengan komposisi kepemilikan: FOLK sebesar 99,96% dan Danny Sutradewa sebesar 0,04%, sehingga total saham berjumlah 2.500 lembar.

Manajemen menegaskan bahwa rencana pengambilalihan tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Langkah ekspansi ini menandai upaya FOLK memperkuat struktur bisnis melalui strategi akuisisi, seiring tren emiten holding yang agresif menambah lini usaha guna menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Sebelumnya, FOLK perkuat struktur modal dengan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement serta perubahan susunan pengurus perseroan. Langkah tersebut dinilai sebagai fase awal ekspansi baru FOLK untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka peluang masuknya investor strategis, termasuk investor institusional maupun grup konglomerasi.

Dalam skema private placement, FOLK berencana menerbitkan hingga 394,8 juta saham baru atau maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Dana hasil aksi korporasi itu akan digunakan untuk memperluas portofolio bisnis strategis, termasuk pengembangan unit usaha digital, media, dan proyek properti. Aksi ini juga dinilai sebagai langkah persiapan menyambut investor besar, pola yang lazim terjadi ketika perusahaan dengan ekosistem bisnis matang bersiap naik kelas melalui dukungan modal eksternal.