Sentra Media - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya pelestarian adat dan budaya Lampung sebagai fondasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di provinsi tersebut, khususnya bagi generasi muda. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang bertema 'Cawo Bubalah Lampung' di Balai Keratun.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mighrul Lappung Bersatu sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian budaya dan implementasi dari Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kamis Beradat. Tema acara mengusung semangat Boedi Oetomo, yang menekankan pentingnya kesadaran identitas, ilmu pengetahuan, dan budaya bangsa.
Lomba Cawo Bubalah Lampung diikuti oleh 33 peserta dari dua dialek, yaitu dialek O dan dialek A. Peserta terbagi dalam dua kategori: 16 peserta dari kategori Umum dan 17 peserta dari kategori DPP Mighrul Lappung Bersatu. Meskipun animo masyarakat di tahun pertama ini belum terlalu besar, Mighrul Lappung berencana menjadikan lomba ini sebagai agenda tahunan dengan konsep yang lebih menarik bagi generasi muda.
Ketua DPP Mighrul Lappung Bersatu, Dwita Ria, menyatakan bahwa lomba ini merupakan langkah kecil yang diyakini dapat memberikan dampak besar bagi pelestarian bahasa dan budaya Lampung. Selain lomba, program lain yang sedang berjalan adalah kursus Bahasa Lampung yang telah berlangsung selama lima minggu, bekerja sama dengan Universitas Lampung.
Gubernur Lampung menghargai inisiatif Mighrul Lappung Bersatu dan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah bersama untuk memotivasi generasi muda menggunakan bahasa Lampung. Dalam lomba tersebut, pemenang kategori DPP adalah DPP Bidang Seni dan Olahraga sebagai juara pertama, diikuti DPP Kota Metro dan DPP Bidang Pendidikan. Untuk kategori Umum, juara pertama diraih oleh Tim Inti asal Kota Bandar Lampung, disusul Anisa, dkk, dan Mutia, dkk.