Hartono Girsang Siap Perjuangkan Reformasi Pendidikan di DPR RI 2029
Sentra Media - SIBOLANGIT, Aktivis muda dan penulis, Hartono Christian Rogate Girsang, menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pemilihan Legislatif 2029 dengan membidik satu kursi di DPR RI. Keputusan tersebut ia sebut sebagai langkah politik yang lahir dari kegelisahan panjang terhadap arah kebijakan pendidikan nasional yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada cita-cita konstitusi.
Dalam pernyataannya, Hartono menegaskan bahwa pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa. Ia menyoroti persoalan ketimpangan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, kualitas infrastruktur sekolah yang belum merata, hingga kesejahteraan tenaga pendidik yang menurutnya masih jauh dari ideal. Selain itu, ia juga mengkritisi perubahan kurikulum yang dinilai terlalu sering terjadi tanpa evaluasi mendalam dan kesinambungan kebijakan jangka panjang.
"Pendidikan tidak boleh terus menjadi eksperimen kebijakan setiap pergantian kepemimpinan. Kita membutuhkan sistem yang stabil, terukur, dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia jangka panjang," ujar Hartono.
Ia menilai, amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa harus dimaknai sebagai komitmen nyata dalam penyusunan undang-undang, pengawasan anggaran, serta keberpihakan pada daerah-daerah yang selama ini tertinggal. Menurutnya, reformasi pendidikan tidak cukup dilakukan melalui diskursus akademik atau gerakan sosial semata, melainkan harus diperjuangkan dari dalam sistem pengambilan kebijakan di parlemen.
Hartono menyebut, jika terpilih, ia akan mendorong penguatan regulasi terkait pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas dan perlindungan profesi guru, serta transparansi pengelolaan anggaran pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya integrasi pendidikan karakter, literasi digital, serta kesiapan menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.
"Generasi emas 2045 tidak akan lahir dari sistem yang setengah hati. Negara harus hadir dengan keberanian melakukan pembenahan menyeluruh, bukan tambal sulam kebijakan," katanya.
Terkait kendaraan politik, Hartono mengakui telah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik. Namun, ia memilih untuk belum membuka secara detail partai yang akan mendukung pencalonannya. Ia menyebut proses konsolidasi masih berlangsung dan akan diumumkan pada waktu yang tepat.
Pengamat politik menilai, langkah Hartono dapat menjadi representasi munculnya figur-figur muda yang membawa isu substantif dalam kontestasi legislatif mendatang. Fokus pada sektor pendidikan dinilai relevan dengan kebutuhan nasional, meskipun tantangan elektoral, basis dukungan, dan dinamika internal partai akan menjadi faktor penentu dalam perjalanan menuju Senayan.
Deklarasi ini menandai babak awal langkah politik Hartono menuju 2029. Dengan mengusung agenda reformasi pendidikan sebagai poros perjuangan, ia berupaya membangun narasi bahwa perubahan sistemik hanya dapat diwujudkan melalui keberanian memasuki ruang legislasi dan memperjuangkan kebijakan dari dalam parlemen.




