Holding Perkebunan Nusantara Pertahankan Serapan TBS di Tengah Penurunan Harga
Sumber Foto: Liputan Pontianak
Sentra Liputan

Holding Perkebunan Nusantara Pertahankan Serapan TBS di Tengah Penurunan Harga

Sentra Media - Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani menjadi sorotan setelah Kementerian Pertanian mengancam sanksi hingga pencabutan izin terhadap 139 pabrik kelapa sawit yang membeli TBS di bawah harga yang ditentukan pemerintah daerah.

Awal Kejadian

Penurunan harga TBS dipicu oleh kepanikan pelaku industri akibat transisi kebijakan ekspor satu pintu dan praktik pembelian di bawah harga acuan. Hal ini berdampak signifikan pada petani swadaya yang tidak memiliki kemitraan dengan perusahaan pengolahan, sehingga harga TBS di beberapa daerah merosot jauh di bawah ketetapan pemerintah.

Perkembangan

Dalam rapat koordinasi, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan pentingnya pelaku industri untuk tetap menjalankan transaksi perdagangan sesuai harga wajar. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi bagi perusahaan yang melanggar ketentuan tata niaga sawit. Sementara itu, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III melalui PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo melanjutkan pembelian TBS dari masyarakat dan petani mitra, dengan menyerap 1,03 juta ton TBS hingga April 2026, meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi Terakhir

Pihak PTPN IV PalmCo memastikan pelaksanaan ketentuan harga sesuai regulasi pemerintah. Mekanisme penetapan harga yang melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, dan perwakilan petani dirancang untuk melindungi petani dari praktik pembelian tidak wajar. Beberapa petani yang tergabung dalam kemitraan dengan perusahaan melaporkan tetap menerima harga sesuai ketetapan pemerintah, meskipun harga TBS di pasar mengalami gejolak. Hal ini menunjukkan pentingnya kepatuhan seluruh pelaku industri terhadap mekanisme penetapan harga dan konsistensi serapan TBS oleh Holding Perkebunan Nusantara dalam menjaga stabilitas pendapatan petani.