Imam Teguh Saptono Terima Penghargaan Best CEO 2025
Hiburan

Imam Teguh Saptono Terima Penghargaan Best CEO 2025

Sentra Media - Ringkasan Berita:

Imam Teguh Saptono, Direktur Utama Bank Muamalat, meraih penghargaan Best CEO 2025 dari SWA Media Group & Dunamis berkat kepemimpinan inspiratif dan visi berkelanjutan.

Sejak menjabat Maret 2025, ia meluncurkan Turnaround Plan berbasis nilai, fokus pada ekosistem haji-umrah, pembiayaan emas, dan ritel resilient untuk mengembalikan kepercayaan umat.

Imam menegaskan penghargaan ini buah dedikasi seluruh karyawan serta dukungan pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem syariah yang amanah.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono, sabet penghargaan prestisius Best CEO 2025 yang diselenggarakan oleh SWA Media Group dan Dunamis Organization Services.

Penghargaan ini diberikan berkat kepemimpinan Imam yang inspiratif, inovasi yang berkelanjutan, serta visi dan ketangguhannya dalam membawa Bank Muamalat tetap berdiri kokoh di tengah berbagai tantangan bisnis.

"Alhamdulillah dan terima kasih kepada SWA Media Group dan Dunamis Organization Services. Penghargaan ini tentunya bukan prestasi personal saya semata, tapi buah dari dedikasi dan kerja sama seluruh karyawan di Bank Muamalat dalam membangun ekosistem syariah yang saling menguatkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai good corporate governance (GCG)," kata Imam di acara Best CEO & CFO Forum di Jakarta, Kamis (26/2/2026) malam

Hadapi Sejumlah Tantangan

Seperti dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Jumat (27/2/2026), Imam mengaku dihadapkan pada sejumlah tantangan sejak menjabat sebagai Direktur Utama Bank Muamalat pada Maret 2025.

Dia mengakui, tantangan terbesar justru datang dari dalam, yaitu mengembalikan rasa percaya umat (trust).

Karena, keuangan syariah itu tidak hanya soal struktur dan produk, tapi soal value dan kredibilitas.

“Kami berhadapan dengan pasar yang sangat kritis dan spiritual sekaligus. Mereka ingin bank yang tidak hanya Islami, tapi juga bermartabat dan terpercaya,” terang Imam.

Tata Ulang Arah Strategis Bank Muamalat

Salah satu gebrakan monumental yang dilakukan Imam bersama tim adalah menata ulang arah strategis Bank Muamalat secara jujur dan berani melalui apa yang disebut sebagai Turnaround Plan berbasis nilai.

“Kami tidak memulai dari kosmetik kinerja, tetapi dari hal yang paling mendasar: kesadaran kolektif bahwa krisis bukanlah aib, melainkan momentum spiritual dan manajerial untuk bangkit. Dari situ, kami menyederhanakan fokus bisnis, menghentikan ekspansi yang tidak sehat, dan mengalihkan energi organisasi ke segmen-segmen yang benar-benar kami pahami dan kuasai—khususnya ekosistem haji dan umrah, pembiayaan emas, dan ritel yang resilient,” ungkap Imam.

Di saat yang sama, Bank Muamalat memperkuat budaya internal dengan menegaskan kembali pionir bank syariah di Indonesia ini bukan sekadar entitas bisnis, tetapi institusi perjuangan.

Perubahan pun terasa nyata dalam cara bekerja, cara mengambil keputusan, hingga cara melayani nasabah.

“Perlahan tapi pasti, trust mulai kembali, kinerja membaik, dan yang terpenting: organisasi menemukan kembali jati dirinya,” ujar Imam.

Kepercayaan dan Dukungan

Menurut Imam, penghargaan Best CEO 2025 juga tidak lepas dari kepercayaan dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang mengiringi perjalanan Bank Muamalat.

“Kami bangga dan bersyukur karena selama tiga dekade, Bank Muamalat telah menjadi bagian dari perjalanan hijrah keuangan para nasabah, sebuah ikhtiar bersama menuju keberkahan, melalui layanan perbankan yang sesuai syariah, amanah dan terpercaya. Semoga Bank Muamalat senantiasa menjadi Jalan Hijrah Menuju Berkah bagi siapa pun yang ingin membangun masa depan keuangan yang lebih baik, lebih tenang, dan lebih bermakna,” pungkas Imam.

You can share this post!