Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Rantai Pasok Kendaraan Listrik Global
Sumber Foto: ANTARA News
Hub Berita

Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Rantai Pasok Kendaraan Listrik Global

Jakarta - Wakil Ketua Komite Hilirisasi Mineral dan Batubara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Djoko Widayatno, menyatakan bahwa kekayaan mineral Indonesia, khususnya nikel, memiliki potensi untuk menjadi kekuatan strategis di tengah dinamika geopolitik global.

Menurut Djoko, "Nikel Indonesia bisa menjadi senjata strategis dalam geopolitik energi bersih global," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Di tengah ketegangan dan ketidakpastian yang melanda rantai pasok global, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk berperan secara signifikan dalam industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Djoko menambahkan bahwa potensi ini didukung oleh investasi dari sejumlah perusahaan internasional dalam pengembangan industri nikel dan produk turunannya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

"Indonesia dapat membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Jepang, dan Eropa. Sebagai contoh, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Tesla, BYD, LG Energy Solution, hingga CATL," ungkapnya.

Dengan meningkatnya perang tarif antara Amerika Serikat dan China, banyak negara dan produsen global mulai mencari lokasi alternatif untuk pasokan dan produksi yang lebih stabil. Dalam konteks ini, posisi geografis Indonesia yang menguntungkan, serta kekayaan sumber daya mineral kritis, membuatnya semakin diperhitungkan sebagai mitra potensial dalam membangun rantai pasok EV yang aman dan berkelanjutan.

Namun, untuk memanfaatkan peluang tersebut, Indonesia perlu segera mempercepat hilirisasi seluruh mineral strategis, tidak hanya nikel, tetapi juga tembaga dan aluminium, guna melengkapi rantai industri baterai dan kendaraan listrik secara menyeluruh di dalam negeri.

Langkah percepatan ini diharapkan dapat memperkuat daya tawar Indonesia di mata investor global dan memantapkan posisinya sebagai pusat manufaktur, riset, dan distribusi komponen EV tidak hanya untuk kawasan Asia, tetapi juga untuk pasar global.

Pemerintah Indonesia telah memulai langkah tersebut melalui kebijakan hilirisasi dan pembangunan kawasan industri hijau. Meskipun demikian, konsistensi dan percepatan dalam implementasi kebijakan tersebut sangat penting untuk mengamankan posisi strategis Indonesia di tengah perubahan peta rantai pasok global.

Djoko juga menekankan pentingnya mendorong ekspor produk berbahan baku nikel dengan nilai tambah lebih tinggi, bukan sekadar bijih nikel. "Jika hal ini dapat dilaksanakan, maka Indonesia akan memperkuat posisinya sebagai bagian penting dalam rantai pasok energi bersih di dunia," ucapnya.