Indonesia Memiliki Potensi Besar Sebagai Transit Hub Penerbangan Internasional
Sumber Foto: ANTARA News
Hub Berita

Indonesia Memiliki Potensi Besar Sebagai Transit Hub Penerbangan Internasional

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang signifikan untuk menjadi transit hub penerbangan internasional. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Achmad Setiyo Prabowo, dalam acara Indonesia Aero Summit yang berlangsung di Jakarta.

Menurut Achmad, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia terletak pada posisi geografis yang sangat strategis, yaitu di antara dua benua dan dua samudera. Hal ini memberikan modal kuat bagi Indonesia untuk mengembangkan diri sebagai air transit hub internasional.

Wilayah udara Indonesia berada di jalur lalu lintas penerbangan utama antara Asia Timur dan Asia Selatan, Australia dan Timur Tengah, serta antara Eropa dan Oseania. Keunggulan ini, lanjut Achmad, merupakan aset strategis yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan konektivitas penerbangan.

Saat ini, Indonesia memiliki beberapa bandara internasional besar yang mendukung tujuan tersebut, di antaranya:

  • Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara.
  • Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional.
  • Bandar Udara Internasional Kualanamu, yang terletak di Indonesia barat dan direncanakan dapat terhubung langsung dengan kota-kota di Asia Selatan dan Timur Tengah.
  • Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar dan Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai hub penting bagi wilayah Indonesia timur.
  • Bandara Internasional Juanda di Surabaya, yang berfungsi sebagai gerbang vital di timur Jawa dengan potensi menghubungkan wilayah utara Australia dan Asia Tenggara.

Sebagai tambahan, Yogyakarta International Airport di Daerah Istimewa Yogyakarta juga sedang dalam proses untuk menjadi transit hub penerbangan menuju Australia dan wilayah Pasifik.

Data terbaru menunjukkan bahwa dari 2023 hingga Juni 2025, diperkirakan akan ada 87,4 juta penumpang yang akan bepergian melalui 20 bandara internasional utama di Indonesia. Pertumbuhan ini menunjukkan potensi yang menjanjikan bagi industri penerbangan nasional.

Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung industri penerbangan dengan mendorong kerja sama antara para pemangku kepentingan. Salah satu contohnya adalah kolaborasi antara PT Angkasa Pura Indonesia dengan GMR Group asal India dalam pengelolaan dan peningkatan operasional Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub juga tengah fokus pada deregulasi dan penyederhanaan izin operasional untuk maskapai, serta regulasi yang bertujuan untuk meningkatkan lalu lintas udara dan mendorong kerja sama internasional.