Indonesia Siap Jadi Pusat Investasi Data Digital di Asia Tenggara
Pusat Utama

Indonesia Siap Jadi Pusat Investasi Data Digital di Asia Tenggara

Sentra Media - Pemerintah optimis Indonesia mampu menjadi tujuan utama investasi digital di Asia Tenggara seiring lonjakan kebutuhan pusat data akibat perkembangan kecerdasan buatan, seperti dilansir dari Teknologi pada Rabu (24/6/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sejumlah daya tarik utama bagi para investor global, termasuk ketersediaan lahan yang luas dan harga energi yang jauh lebih kompetitif.

“Satu kita [Indonesia] masih punya space [lahan] di mana Singapura enggak punya space,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Biaya energi di Indonesia dinilai efisien karena hanya berkisar antara 50 persen hingga 60 persen dari harga yang berlaku di Singapura atau kawasan Johor, Malaysia. Selain itu, Indonesia juga didukung oleh pasokan air yang melimpah untuk sistem pendingin serta kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk menurunkan tegangan tinggi ke rendah.

“Sehingga sekarang sudah melihat bahwa berbagai player sudah relatif mau masuk ke Indonesia dan di antara negara ASEAN yang lain saya bisa katakan Indonesia lebih siap,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Airlangga Hartarto juga menambahkan adanya tawaran kerja sama trilateral dari Malaysia dan Singapura yang saat ini tengah dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia.

“Karena masing-masing butuh juga disaster recovery dan berbagai macam daripada hal yang bisa menjaga reliability daripada data center,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pada kesempatan yang sama, Senior Director of Investment Danantara Indonesia Sunata Tjiterosampurno menyatakan pihaknya sedang mengevaluasi empat peluang investasi di sektor pusat data ini. Langkah ini dilakukan dengan memetakan tiga segmen pasar utama yang mencakup western hyperscaler, Asian hyperscaler, dan co-location.

“Nah karakteristik ini penting dalam lakukan investasi karena kita mau investasi yang berkesinambungan dan memberikan value. Dan mandat kita itu adalah mandat komersial,” kata Sunata Tjiterosampurno, Senior Director of Investment Danantara Indonesia.

Danantara mengambil posisi sebagai fasilitator dan pengalokasi modal yang bermitra langsung dengan pengembang serta operator berpengalaman, alih-alih bertindak sebagai pembangun fasilitas secara mandiri.

“Cara kita investasi adalah kita investasi di platform tersebut dan platform tersebut membangun data center di Indonesia,” kata Sunata Tjiterosampurno, Senior Director of Investment Danantara Indonesia.

Pihaknya juga memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia internal lewat berbagai program khusus agar siap menghadapi perkembangan ekosistem digital teranyar.

“Dan kami punya tim yang benar-benar menguasai sektor teknologi, AI dan termasuk digital infrastructure itu sendiri,” kata Sunata Tjiterosampurno, Senior Director of Investment Danantara Indonesia.

Sementara itu, Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma memaparkan bahwa pertumbuhan pesat pusat data di Johor mulai menghadapi kendala operasional yang serius terkait keterbatasan sumber daya lingkungan.

“Ada isu dengan air dan juga energi. Akhirnya memang ini potensi besar di Indonesia,” kata Hendra Suryakusuma, Ketua IDPRO.

Indonesia berpotensi memanfaatkan energi bersih seperti panas bumi guna mendukung keberlanjutan industri ini, mengingat cadangan geothermal nasional merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

“Karena tadi 62% pasokannya PLN kan masih dari batu bara,” kata Hendra Suryakusuma, Ketua IDPRO.

You can share this post!