Inovasi Buldetech Membrane Bawa Buleleng Masuk 117 Terbaik Nasional 2025
Sumber Foto: InfoPublik
Teknologi

Inovasi Buldetech Membrane Bawa Buleleng Masuk 117 Terbaik Nasional 2025

Sentra Media - Buleleng, InfoPublik – Inovasi teknologi Buldetech Membrane karya putra daerah berhasil mengantarkan Kabupaten Buleleng masuk dalam jajaran 117 karya paling prospektif Indonesia 2025 versi Business Innovation Center (BIC). Teknologi ini dikembangkan untuk mengolah anggur lokal menjadi produk fermentasi nonalkohol bernilai tambah secara ramah lingkungan dan berdaya saing.

Buldetech hadir sebagai solusi atas melimpahnya produksi anggur Buleleng yang kerap belum termanfaatkan optimal saat panen raya. Melalui teknologi membran dealkoholisasi tanpa destilasi suhu tinggi, sistem ini mampu mempertahankan aroma serta kandungan nutrisi asli sari buah.

“Inovasi ini kami rancang agar efisien, hemat energi, dan dapat diterapkan pada skala industri kecil hingga UMKM. Kami juga memanfaatkan material lokal seperti zeolit dan kitosan sehingga lebih terjangkau dan berkelanjutan,” ujar I Putu Pandu Setiawan, owner BULDE Anggur dari CV Pioner Akselerasi Sejahtera sekaligus inovator, saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2/2026).

Keunggulan Buldetech terletak pada prosesnya yang menjaga karakter rasa buah, sekaligus menghasilkan minuman fermentasi nonalkohol yang dapat dinikmati semua kalangan sebagai alternatif minuman sehat tanpa efek memabukkan.

Perjalanan inovasi ini berlangsung sekitar 10 bulan melalui seleksi ketat BIC, bersaing dengan 4.674 inovator dan 6.729 proposal dari 28 provinsi di Indonesia maupun luar negeri. Penilaian mencakup aspek kebaruan, dampak ekonomi, keberlanjutan, dan kesiapan implementasi. Buldetech kemudian terpilih dan diterbitkan dalam e-book Challenger 117 Inovasi Indonesia 2025 Toward ASEAN Community Vision.

Bagi Kabupaten Buleleng, capaian ini menjadi bukti bahwa daerah mampu melahirkan inovasi teknologi yang relevan secara nasional sekaligus memperkuat citra sebagai kawasan berbasis pendidikan dan pengembangan potensi lokal.

Pengembangan inovasi tersebut juga mendapat dukungan ekosistem dari Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui kolaborasi dengan BRIDA Kabupaten Buleleng dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Dukungan tersebut memungkinkan inovasi diuji serta dikembangkan secara aplikatif di lapangan.

Secara historis, gagasan ini dirintis sejak Pandu masih menjadi mahasiswa Jurusan Kimia Undiksha. Melihat potensi anggur lokal yang belum tergarap maksimal, pada 2022 tim mendirikan CV Pionir Akselerasi Sejahtera dengan merek BULDE (Buleleng Dealkoholic/Pride) di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt sebagai fondasi usaha berkelanjutan dan berorientasi profit.

Ke depan, pascapenghargaan dari BIC, pihaknya menargetkan hilirisasi produk, peningkatan kapasitas produksi, kolaborasi riset lanjutan, serta membuka peluang investasi dan penguatan legalitas. Langkah ini diharapkan mendorong pemberdayaan petani anggur sekaligus memperkuat industri minuman lokal Buleleng.

“Kami berpesan kepada generasi muda Buleleng untuk berani bermimpi dari potensi daerah sendiri. Jangan takut mencoba dan jadikan inovasi sebagai jalan memberi dampak bagi masyarakat,” pungkasnya.