Inovasi Pelayanan Publik: Dosen UMY Tampilkan AI dan Agile Governance di Filipina
Sentra Media - Mindanao State University--Iligan Institute of Technology (MSU-IIT), Filipina, 6--7 November 2025 --- Upaya mendorong transformasi pelayanan publik berbasis teknologi kembali diperkuat melalui kegiatan bertajuk "Transforming Public Service through AI and Agile Governance: Advancing Innovation, Efficiency, and Citizen Trust." Kegiatan ini diselenggarakan di MSU-IIT Filipina pada 6--7 November 2025 dan diikuti oleh pegawai pemerintah serta pelaku bisnis dari berbagai sektor.
Program ini dilaksanakan oleh Helen Dian Fridayani, Ph.D., yang membagikan perspektif akademik sekaligus praktik kebijakan mengenai integrasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence /AI) dan prinsip agile governance dalam tata kelola sektor publik. Kegiatan ini dirancang sebagai forum penguatan kapasitas, dialog strategis, dan refleksi kritis atas tantangan transformasi digital di era disrupsi teknologi.
Dalam pemaparannya, Helen Dian Fridayani menekankan bahwa transformasi pelayanan publik tidak semata tentang adopsi teknologi, melainkan tentang perubahan paradigma tata kelola. AI, menurutnya, dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, serta memperluas akses layanan publik yang lebih inklusif. Namun, penerapannya harus dibarengi dengan kerangka etika, akuntabilitas, dan perlindungan data yang memadai.
"Kepercayaan publik adalah fondasi utama transformasi digital. Inovasi harus berjalan seiring dengan transparansi, partisipasi, dan tata kelola yang adaptif," ungkapnya di hadapan peserta. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan agile governance ---yakni tata kelola yang fleksibel, responsif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan cepat dalam lanskap teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan selama dua hari tersebut meliputi sesi kuliah intensif, studi kasus implementasi AI di sektor publik, diskusi kelompok, serta simulasi perancangan kebijakan berbasis prinsip agile. Para peserta didorong untuk mengidentifikasi tantangan institusional di negaranya masing-masing sekaligus merumuskan strategi transformasi yang kontekstual dan berkelanjutan.
Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran akan urgensi modernisasi pelayanan publik di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi lintas negara melalui forum akademik seperti ini diharapkan dapat memperkuat jejaring pengetahuan serta mempercepat adopsi praktik tata kelola inovatif yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan dan penguatan kepercayaan warga.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi Indonesia dalam memperluas diplomasi pengetahuan di tingkat regional, sekaligus menegaskan bahwa integrasi AI dan agile governance merupakan agenda strategis dalam membangun sektor publik yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat




