IRGC Iran Gelar Latihan Militer Besar di Tengah Ketegangan dengan AS
Sumber Foto: CNN Indonesia
Olahraga

IRGC Iran Gelar Latihan Militer Besar di Tengah Ketegangan dengan AS

Internasional Timur Tengah

CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan Darat Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggelar latihan militer berskala besar di sepanjang pesisir selatan negara itu, di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat.

Latihan itu melibatkan penggunaan drone mikro dan amunisi jelajah, di saat perundingan nuklir kedua negara masih berlangsung.

Kantor berita Fars melaporkan dalam latihan itu amunisi Rezvan disebut mengidentifikasi sasaran lalu mengarahkan drone bunuh diri Shahed 136 untuk menghantam target yang ditentukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Darat IRGC juga melakukan operasi simulasi untuk mencegah musuh mendekati garis pantai, dengan menggunakan tembakan artileri peluru dan serangan darat ke laut.

Lihat Juga :

Penampakan Vila Bos Narkoba El Mencho saat Digerebek Militer Meksiko

Dilansir Anadolu Agency, sejumlah unit ambil bagian dalam Latihan Gabungan 1404 yang digelar untuk meningkatkan "kesiapan tempur" dalam menghadapi ancaman.

Komandan Pasukan IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami menyatakan seluruh pasukan menjalankan sejumlah langkah yang telah dirancang di berbagai sektor, termasuk rudal, artileri, drone, pasukan khusus, lapis baja, dan mekanis.

Sementara itu, Komandan Senior IRGC Mohammad Hadi Sefidchian menambahkan langkah pertahanan pasif juga diterapkan dalam perang elektronik.

Pilihan Redaksi

CIA Gencar Rekrut Informan Besar-besaran di Iran

Trump: PM Pakistan Bakal Tewas oleh India Jika Saya Tak Turun Tangan

Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari 40 Negara, Termasuk RI

Latihan ini berlangsung sepekan setelah Angkatan Laut IRGC menggelar manuver besar di Selat Hormuz di bawah pengawasan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.

Sebelumnya, pada Kamis lalu, unit rudal Pasukan Darat IRGC menguji sistem rudal baru dengan jangkauan yang bervariasi.

Ketegangan di kawasan terus meningkat seiring pengerahan kapal induk dan pesawat pembom AS ke kawasan Teluk Persia.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan jika perundingan nuklir gagal mencapai kesepakatan, Washington akan mempertimbangkan opsi militer.

Putaran ketiga perundingan nuklir AS dan Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Kamis. Iran diperkirakan akan menyampaikan rancangan program nuklir kepada pihak AS.

Diplomasi masih berlangsung meski ketegangan tetap ada. Kedua pihak menyatakan siap jika terjadi konfrontasi militer.

(rnp/dna/bac) Add as a preferred

source on Google

Bagikan: