Jelajah Ekonomi KONTAN: Menelusuri Pengembangan Kawasan Jawa Tengah
Sumber Foto: kontan.co.id
Sentra Liputan

Jelajah Ekonomi KONTAN: Menelusuri Pengembangan Kawasan Jawa Tengah

SEMARANG - Pada hari ketiga peliputan Jelajah Ekonomi KONTAN, tim melakukan serangkaian kegiatan padat yang terbagi menjadi dua kelompok. Tim pertama memulai perjalanan sejak dini hari untuk mengunjungi Jembatan Kalikuto dan Kawasan Industri Kendal, sedangkan tim kedua berfokus pada wawancara dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Tim pertama berangkat pada pukul 04.00 untuk mengejar momen pengambilan foto saat matahari terbit di Jembatan Kalikuto, yang merupakan bagian dari tol ruas Batang-Semarang. Setelah singgah di rest area km 379 yang ternyata merupakan rest area darurat, tim akhirnya bertemu dengan tim Jasamarga di jembatan Kalikuto pada pukul 05.15.

Suasana di sekitar jembatan tampak dramatis, meskipun matahari enggan muncul dari balik awan hingga pukul 07.00. Tim kemudian memutuskan untuk sarapan di Rest Area 391 yang lebih baik fasilitasnya, di mana mereka juga melakukan wawancara dengan seorang sopir truk mengenai dampak pembangunan tol trans-Jawa terhadap waktu tempuh perjalanan.

Setelah itu, tim berangkat menuju Kawasan Industri Kendal, yang merupakan proyek kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Singapura, dan sudah mulai diisi oleh beberapa tenant baik asing maupun domestik. Pelabuhan Kendal yang akan dikembangkan oleh Pelindo juga menjadi salah satu fokus tim, mengingat fungsinya sebagai pintu gerbang logistik kawasan industri.

Sementara itu, tim kedua yang berangkat dari Pekalongan segera menuju Semarang untuk wawancara dengan Gubernur Ganjar Pranowo. Meskipun sempat salah alamat, tim berhasil tiba tepat waktu di rumah dinas gubernur. Wawancara berlangsung lancar, di mana Ganjar menggambarkan rencana pengembangan daerah setelah terhubungnya jalan tol trans-Jawa, termasuk sektor industri, pariwisata, dan infrastruktur lainnya.

Setelah wawancara, tim melanjutkan untuk menelusuri pelaku usaha kecil di Semarang dan Kendal, termasuk pengusaha lumpia dan kerajinan kulit. Mereka mengamati dampak pembangunan jalan tol trans-Jawa terhadap bisnis yang dijalankan.

Setelah makan siang bersama, tim kembali dibagi menjadi dua. Satu tim melanjutkan perjalanan ke Batang untuk mengunjungi sentra kerajinan kulit, sementara tim lainnya menuju Jembatan Tuntang untuk mengambil gambar. Sayangnya, kondisi cuaca tidak mendukung pengambilan gambar matahari tenggelam yang diharapkan.

Kedua tim akhirnya berkumpul di rest area 429, yang dikenal sebagai rest area paling mewah di sepanjang tol Trans-Jawa, sebelum melanjutkan perjalanan untuk bermalam di Solo.