Jepang dan Indonesia Kolaborasi Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Sumber Foto: Rublik Depok
Nasional

Jepang dan Indonesia Kolaborasi Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Sentra Media - RUBLIK DEPOK – Pemerintah Indonesia memperkuat fondasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dengan menggandeng sebagai mitra strategis berbagi pengalaman. Kolaborasi ini diwujudkan melalui seminar nasional yang digelar bersama di Jakarta pada 19 Februari 2026.

Seminar tersebut mengangkat tema penguatan keamanan pangan dan edukasi gizi dalam implementasi program MBG. Lebih dari 8.000 peserta mengikuti kegiatan ini, baik secara luring maupun daring, mulai dari kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, ahli gizi daerah, hingga perwakilan dinas kesehatan dan lembaga penjamin mutu pendidikan.

Kerja sama ini menandai keseriusan pemerintah dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan sebagai distribusi makanan, tetapi sebagai sistem terpadu yang berkelanjutan dan terukur dampaknya terhadap tumbuh kembang anak.

Pengalaman Jepang dalam Sistem School Meal Terintegrasi

Chief Representative JICA Indonesia, Takeda Sachiko, menegaskan bahwa program makan sekolah di Jepang bukan sekadar penyediaan santapan siang bagi siswa. Ia menjelaskan bahwa di Jepang, school meal diposisikan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

“Program school meal di Jepang diposisikan sebagai bagian integral dari pendidikan, sekaligus mencakup pengelolaan dan operasional yang komprehensif, mulai dari penyusunan menu, manajemen kebersihan, distribusi, hingga pengembangan kapasitas,” ujar Takeda pada Rabu, 18 Februari 2026.

Menurutnya, keberhasilan Jepang tidak lepas dari integrasi antara kurikulum pendidikan dengan kebiasaan makan sehat yang ditanamkan sejak dini. Konsep Shokuiku atau edukasi pangan menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran gizi siswa.

Namun demikian, Takeda menegaskan bahwa pengalaman Jepang bukanlah model baku yang dapat diterapkan mentah-mentah di Indonesia. “Program school meal bukanlah model yang seragam untuk diterapkan secara langsung, melainkan inisiatif yang perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan konteks masing-masing negara dan wilayah,” tuturnya.

Tata Kelola dan Keamanan Pangan Jadi Kunci MBG

Deputi Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan, menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak semata bergantung pada ketersediaan makanan. Ia menyoroti pentingnya sistem tata kelola yang kuat dan standar keamanan pangan yang ketat.

“Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh penyediaan makanan, tetapi juga oleh sistem tata kelola yang kuat, jaminan keamanan pangan, serta edukasi gizi yang terintegrasi,” ujar Tigor pada 19 Februari 2026.