Kabupaten Karo: Pusat Produksi Jagung Terbesar di Sumatera Utara dengan Tantangan bagi Petani
Sumber Foto: Karosatuklik.com
Sentra Liputan

Kabupaten Karo: Pusat Produksi Jagung Terbesar di Sumatera Utara dengan Tantangan bagi Petani

Kabupaten Karo di Sumatera Utara dikenal sebagai penyumbang terbesar komoditas jagung di wilayah ini. Dengan luas lahan mencapai 92.000 hektare, petani jagung di enam kecamatan, yaitu Lau Baleng, Mardinding, Juhar, Munthe, Kutah Buluh, dan Barus Jahe, menghasilkan rata-rata 7 ton jagung per hektare. Hal ini menjadikan Kabupaten Karo sebagai salah satu daerah penghasil jagung terkemuka di Sumatera Utara.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Ir Metehsa Karo-karo Purba, menyatakan bahwa dengan luas lahan tersebut, total produksi jagung dari Kabupaten Karo diperkirakan mencapai 644.000 ton pada setiap panen. Selain jagung, daerah ini juga memproduksi berbagai komoditas pertanian lainnya, seperti kopi, wortel, cabai, bawang, sayur-mayur, dan buah-buahan.

Meskipun Karo memiliki potensi produksi yang besar, Metehsa mengungkapkan bahwa ada peluang untuk meningkatkan hasil panen lebih lanjut. Ia menyarankan kepada para petani untuk menerapkan pola tanam sela, di mana setelah panen jagung, lahan dapat ditanami kedelai atau tanaman lainnya. Dengan metode ini, hasil panen dapat meningkat menjadi 9 ton per hektare. Namun, banyak petani yang lebih memilih cara yang lebih mudah, yaitu menanam jagung secara terus menerus.

Dalam kondisi saat ini, petani jagung di Kabupaten Karo dapat meraih keuntungan ketika harga jagung mencapai Rp3.200 per kilogram. Metehsa menambahkan bahwa harga tersebut cukup baik dan memberikan keuntungan bagi petani. Namun, harapan para petani adalah agar harga bisa mencapai di atas Rp3.500 per kilogram.

Metehsa juga menekankan bahwa sebagai seorang petani, dirinya memahami tantangan yang dihadapi oleh petani jagung lainnya. Di tengah fluktuasi harga jual, banyak petani yang merasa tidak berdaya. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah berupaya memberikan bantuan, seperti penyediaan benih dan dukungan lainnya, agar petani tetap dapat berproduksi dengan baik.