Kemacetan Parah Melanda Garut Pasca-Idulfitri, Jalur Limbangan dan Leles Terpadat
Priangan Insider – Kabupaten Garut diserbu arus kendaraan masif di hari pertama usai perayaan Idulfitri. Minggu itu, kombinasi pemudik yang bergegas pulang dan wisatawan yang memaksimalkan libur panjang memicu kepadatan lalu lintas ekstrem di titik-titik krusial.
Petugas kepolisian dan Dishub langsung gerak cepat, memantau situasi seharian untuk cegah kekacauan.
Fokus utama tertuju pada dua arteri lalu lintas andalan: koridor Limbangan -Malangbong dan rute Kadungora- Leles. Jalur-jalur ini jadi simpul vital bagi mobilitas regional, dan kini jadi medan tempur pengendara menghadapi kemacetan.
Ruas Limbangan -Malangbong paling parah terdampak. Arus dominan dari barat ke timur didominasi pemudik yang melanjutkan perjalanan ke Tasikmalaya maupun Jawa Tengah.
"Kendaraan dari arah barat terus mengalir deras ke timur," ujar seorang petugas Polantas di lokasi, yang sibuk mengarahkan lalu lintas. Wisatawan turut andil besar, banyak yang singgah di Garut untuk berlibur atau transit, memanfaatkan sisa hari libur Lebaran.
Koridor Kadungora- Leles pun ikut kepenuhan, meski skalanya lebih terkendali. Pemudik lokal dan pelancong saling tumpang tindih, tapi tim pengatur lalu lintas berhasil menjaga fluiditas meski volume kendaraan membengkak signifikan.
Fenomena ini mencerminkan pola tahunan Garut sebagai jalur mudik strategis Jawa Barat. Peningkatan lalu lintas mencapai puluhan persen, tapi tanpa laporan kecelakaan serius berkat pengawasan ketat.
Bagi masyarakat setempat, ini sekaligus angin segar bagi sektor pariwisata dan perdagangan, meski menuntut kesabaran ekstra di jalanan. Saat senja tiba, kemacetan mulai longgar, menutup hari yang penuh dinamika pasca- Lebaran.(***)




