Sentra Media - Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat memberikan nasihat keuangan pribadi yang tidak akurat atau bias secara demografis. Variasi dalam nasihat keuangan yang diberikan oleh AI bergantung pada program yang digunakan.
Penelitian ini menganalisis tujuh platform AI generatif yang umum digunakan, termasuk versi gratis dari ChatGPT, Claude, Copilot, DeepSeek, Gemini, Meta AI, dan Persplexity. Hasil penelitian mengungkap adanya perbedaan signifikan dalam respons AI terkait topik seperti tabungan darurat, alokasi aset, dan penarikan dari portofolio pensiun.
Dalam makalah yang diterbitkan di Journal of Financial Planning, para peneliti yang terdiri dari profesor keuangan dari University of Georgia dan University of Rome Tor Vergata, menyatakan bahwa meskipun respons AI dapat terdengar percaya diri, informasi yang diberikan sering kali tidak lengkap dan bisa menyesatkan. Penelitian ini sejalan dengan survei yang menunjukkan bahwa dua dari tiga warga Amerika Serikat menggunakan AI untuk mendapatkan nasihat keuangan, dengan angka yang lebih tinggi di kalangan generasi Z dan milenial.
Ahli memperingatkan agar pengguna berhati-hati terhadap nasihat yang diberikan oleh AI, terutama dalam hal perhitungan spesifik terkait situasi pribadi. AI tidak memiliki kewajiban fidusia kepada pengguna, sehingga pengguna disarankan untuk meneliti dan mengevaluasi rekomendasi yang diberikan. Studi lain juga menegaskan bahwa meskipun AI dapat menjadi titik awal dalam mencari nasihat keuangan, rekomendasi yang dihasilkan sering kali bersifat generik dan dapat mengabaikan informasi penting.