Kembalinya Marc Klok, Alfeandra Dewangga Masih Diragukan Tampil di Laga Melawan Persita
Sumber Foto: merahputih.com
Olahraga

Kembalinya Marc Klok, Alfeandra Dewangga Masih Diragukan Tampil di Laga Melawan Persita

MerahPutih.com - Alfeandra Dewangga meragukan untuk tampil di laga kandang Persib Bandung di pekan 22 Super League 2025/2026 melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (22/2).

Eks PSIS Semarang itu sebelumnya mengalami masalah saat Persib melawan Ratchaburi FC di leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2), Rabu (18/2).

Dewangga kemudian ditarik jelang babak kedua bergulir, digantikan Layvin Kurzawa. Ia mengeluh merasakan nyeri.

"Dewa merasakan sakit di pertandingan terakhir. Jadi kita akan lihat besok. Itulah alasan mengapa saya menggantinya di babak pertama, dan sisanya semua oke," kata pelatih Persib, Bojan Hodak di laman klub.

Hal ini disampaikan Bojan usai memimpin timnya berlatih di GBLA, Kamis (19/2) malam. Hodak memberikan kabar positif terkait kembalinya Marc Klok yang sudah mulai ikut berlatih.

Sesi latihan malam digelar selama bulan Ramadan. Bojan Hodak menjelaskan, peralihan waktu latihan agar para pemain muslim dapat menjalankan ibadah puasa tanpa menurunkan kualitas performa di lapangan. Dengan berlatih setelah berbuka puasa, ia menjamin intensitas latihan tetap berada di level maksimal.

"Ini normal. Kami hanya perlu sedikit mengubah gaya hidup. Jadi mereka (pemain) bisa tidur lebih lama di pagi hari dan kami berlatih di malam hari," ujar Hodak.

Bojan menambahkan bahwa berlatih di siang hari saat pemain sedang berpuasa justru akan merugikan tim karena intensitas yang dihasilkan tidak akan optimal. Ia pun menegaskan tidak ada perbedaan program latihan meski dilakukan pada malam hari.

"Semuanya akan memiliki intensitas yang sama seperti yang kami lakukan dua tahun terakhir. Satu-satunya hal adalah kami mulai berlatih lebih malam sehingga para pemain bisa makan (buka puasa) dan setelah itu bisa berlatih secara normal," tambahnya.

Tim pelatih membagi pemain ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 11 pemain inti yang tampil lebih dari 45 menit pada pertandingan terakhir. Mereka hanya menjalani program pemulihan melalui fasilitas jakuzi.