Kemdiktiksaintek dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset untuk Indonesia Emas 2045
Sumber Foto: ANTARA News Megapolitan
Teknologi

Kemdiktiksaintek dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset untuk Indonesia Emas 2045

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktiksaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset, inovasi, sains, dan teknologi serta pendidikan tinggi di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melalui keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan kolaborasi antara Kemdiktiksaintek dan BRIN fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan peningkatan daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045.

"Kolaborasi adalah kunci, melalui sinergi yang terstruktur dan berkelanjutan, riset dan inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional," katanya.

Kolaborasi itu ditunjukkan melalui penandatangan nota kesepahaman antara kedua belah pihak di Graha Widya Bhakti, KST BJ Habibie BRIN di Tangerang Selatan, Rabu (4/2).

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan salah satu poin kerja sama ini untuk melakukan inisiasi kerja sama dengan Jepang guna memperkuat ekosistem dan hasil riset dalam negeri sehingga dapat diakui dalam berbagai forum internasional, seperti Penghargaan Nobel.

Salah satunya, kata dia, kerja sama dalam penelitian metal organic framework (MOF) yang dinilai memiliki relevansi strategis bagi Indonesia, khususnya dalam mendukung ketahanan energi, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan teknologi berkelanjutan melalui kolaborasi riset internasional.

"MOF membuka peluang pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pemisahan gas, pengolahan air, hingga aplikasi energi bersih, termasuk pengembangan Compressed Natural Gas Storage (CNG)," ujarnya.

Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Myochin Mitsuru mengatakan kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang sains, teknologi, dan pendidikan tinggi terus berkembang dan menjadi fondasi penting dalam penguatan kapasitas riset serta pengembangan sumber daya manusia di kedua negara.