Kemenperin Targetkan Indonesia Jadi Pusat Produksi Industri Furnitur Global
Sentra Media - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur global melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan dan peningkatan daya saing industri nasional.
Awal Kejadian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri furnitur memiliki peran penting sebagai model hilirisasi kayu. Sektor ini dianggap padat karya, mampu menciptakan nilai tambah, serta memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menurutnya, sektor ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global yang nilainya lebih dari 736,21 miliar dolar AS.
Perkembangan
Menperin memproyeksikan dalam lima tahun ke depan, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga diharapkan dapat memimpin dalam desain dan keberlanjutan. Kinerja sektor furnitur diperkirakan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri pengolahan pada tahun 2025 sebesar 5,30 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Capaian ini menjadi momentum penting karena pertumbuhan industri kembali berada di atas pertumbuhan ekonomi setelah 14 tahun.
Kondisi Terakhir
Namun, sektor industri furnitur nasional menghadapi tantangan, seperti penurunan ekspor sebesar 3 persen pada 2025 menjadi 1,85 miliar dolar AS dan kenaikan impor sebesar 6 persen menjadi 0,82 miliar dolar AS. Tantangan lain juga muncul dari kondisi geopolitik yang mempengaruhi logistik global serta regulasi lingkungan internasional yang menuntut kesiapan sertifikasi. Kemenperin menjalankan Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Pengolahan Kayu untuk meningkatkan produktivitas yang telah memfasilitasi 35 perusahaan dengan total nilai reimbursement mencapai Rp26,1 miliar, yang terbukti meningkatkan efisiensi dan mutu produk.




