Kementerian Perindustrian Targetkan Indonesia Jadi Hub Produksi Furnitur Global
Sumber Foto: ANTARA News
Hub Berita

Kementerian Perindustrian Targetkan Indonesia Jadi Hub Produksi Furnitur Global

Sentra Media - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan Indonesia untuk menjadi hub produksi industri furnitur global melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan dan peningkatan daya saing industri nasional.

Awal Kejadian

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa industri furnitur merupakan model hilirisasi kayu yang krusial. Sektor ini padat karya dan mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Industri ini juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global yang bernilai lebih dari 736,21 miliar dolar AS.

Perkembangan

Dalam lima tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga untuk memimpin dalam desain dan keberlanjutan. Kinerja sektor furnitur bahkan diperkirakan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan industri pengolahan sebesar 5,30 persen pada tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen.

Posisi manufaktur Indonesia juga semakin kuat, dengan nilai Manufacturing Value Added (MVA) mencapai 265,07 miliar dolar AS, menjadikannya peringkat ke-13 dunia dan posisi pertama di kawasan ASEAN. Salah satu subsektor yang memperkuat kinerja ini adalah industri furnitur yang dikenal sebagai sektor padat karya.

Kondisi Terakhir

Namun, industri furnitur nasional menghadapi tantangan, termasuk penurunan ekspor sebesar 3 persen menjadi 1,85 miliar dolar AS dan kenaikan impor sebesar 6 persen menjadi 0,82 miliar dolar AS pada tahun 2025. Tantangan juga muncul dari kondisi geopolitik yang memengaruhi logistik global dan regulasi lingkungan internasional seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR). Indonesia memiliki modal kuat melalui Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) untuk memastikan produk furnitur nasional tetap bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Untuk meningkatkan produktivitas, Kemenperin menjalankan Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Pengolahan Kayu, yang telah memfasilitasi 35 perusahaan dengan total nilai reimbursement mencapai Rp26,1 miliar, serta meningkatkan efisiensi produksi, mutu produk, dan produktivitas.