Kepemimpinan Tauhid-Nasri Raih Berbagai Penghargaan di Tahun Pertama
Sumber Foto: RRI.co.id
Hiburan

Kepemimpinan Tauhid-Nasri Raih Berbagai Penghargaan di Tahun Pertama

RRI.CO.ID, Ternate - Kepemimpinan M. Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar sebagai Wali Kota Ternate dan Wakil Wali Kota Ternate telah menginjak 1 tahun dalam memimpin Pemerintahan Kota Ternate, tepatnya pada Jumat, 20 Februari 2026.

Momentum ini sekaligus menjadi penegasan arah besar pembangunan dalam bingkai Visi Ternate Andalan Jilid II, sebuah fase lanjutan yang menekankan akselerasi daya saing, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berintegritas.

Konsolidasi hingga Integritas Tata Kelola

Tahun pertama ini ditandai dengan konsolidasi birokrasi dan percepatan manajemen talenta ASN. Kota Ternate dinilai berhasil mengimplementasikan pembangunan manajemen talenta hanya dalam dua bulan sejak komitmen ditandatangani, sebuah capaian yang menegaskan keseriusan reformasi berbasis sistem.

“Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota menerima Penghargaan Percepatan Pembangunan Manajemen Talenta ASN dari Badan Kepegawaian Negara sebagai pengakuan atas kecepatan sekaligus kualitas implementasi,” ujar Wali Kota Ternate, H.M. Tauhid Soleman, Jumat 20 Februari 2026.

Menurut Tauhid, reformasi ini tidak berhenti pada dokumen kebijakan, tetapi menyentuh struktur dan kultur kerja ASN. Profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan berbasis kinerja menjadi standar baru dalam birokrasi kota.

Pelayanan Publik dan Infrastruktur

Dikatakan, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Pemkot Ternate menerima dana Rp. 30 miliar dari Kementerian PUPR untuk Perbaikan 27 ruas jalan vital. Akses air bersih juga diperluas lewat peresmian SPAM Tobololo pada Januari 2026 yang menjangkau ribuan warga di wilayah pesisir dan pinggiran kota.

“Di sektor transportasi laut, Pemerintah Kota Ternate juga meraih penghargaan dari Kementerian Perhubungan RI atas dedikasi dalam meningkatkan keselamatan pelayaran di wilayah Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate.

“Penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat standar keselamatan dan tata kelola pelayaran,” ucapnya.

Capaian ini menegaskan arah pembangunan yang terukur, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Keberpihakan pembangunan juga ditegaskan melalui penguatan kawasan BAHIM — Batang Dua, Hiri, dan Moti — sebagai bagian integral dari Kota Ternate.

Tauhid menyatakan, Pemerintah Kota memastikan bahwa kebijakan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta konektivitas transportasi laut menjangkau wilayah kepulauan tersebut secara proporsional.

“Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan tidak lagi berpusat pada kawasan inti kota semata, melainkan diarahkan pada pemerataan akses, distribusi sumber daya yang adil, dan kehadiran layanan publik hingga ke pulau-pulau terluar,” katanya menjelaskan.

Perlindungan Sosial, Pendidikan, dan Transformasi Digital

Komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam membangun sumber daya manusia diwujudkan melalui penguatan perlindungan sosial dan peningkatan kualitas pendidikan secara simultan.

“Di sektor ketenagakerjaan, Kota Ternate meraih Paritrana Award Terbaik I Tingkat Provinsi Maluku Utara atas capaian pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” katanya.

Tauhid menuturkan, penghargaan ini, menegaskan bahwa perlindungan sosial tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga sektor informal yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

“Penghargaan dari Komda Alkhairaat atas dukungan terhadap pendidikan agama Islam serta PGM Award 2025 dari Persatuan Guru Madrasah Indonesia mencerminkan komitmen terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik,” katanya menambahkan.

Tauhid menjelaskan, Kota Ternate juga meraih Penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI sebagai daerah dengan capaian terbaik di kawasan Indonesia Timur, sebuah pengakuan atas kemajuan literasi digital, integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik, dan transformasi pelayanan publik berbasis teknologi.

Kesehatan dan Lingkungan: Kota Sehat, Kota Berkelanjutan

Di sektor kesehatan, kanjut Tauhid, Kota Ternate kembali meraih Penghargaan Kota Sehat 2025 kategori Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Kesehatan RI. Ini merupakan kali kedua Ternate meraih predikat tersebut, menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan sanitasi, lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat.

“Penguatan Satpol PP melalui penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP 2025 dari Kementerian Dalam Negeri juga memperlihatkan bahwa ketertiban umum dan perlindungan masyarakat menjadi bagian integral dari kualitas hidup kota.

Stabilitas Ekonomi dan Indikator Makro,” ujarnya.

Meski terjadi pengurangan dana transfer pusat (TKD), Pemkot menjaga stabilitas fiskal tanpa pemotongan TPP ASN, menunjukkan disiplin pengelolaan anggaran yang adaptif namun tetap berpihak pada daya beli aparatur.

Menurut Tauhid, sektor UMKM tetap bergeliat melalui fasilitasi izin usaha dan penguatan ekosistem perdagangan yang sehat. Dalam konteks ini, tiga pasar utama Gamalama, Kotabaru, dan Bastiong, mengantarkan Kota Ternate meraih Penghargaan Pasar Tertib Ukur 2025 dari Kementerian Perdagangan RI.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk perlindungan nyata terhadap konsumen dan pelaku usaha melalui standarisasi alat ukur dan kepastian transaksi perdagangan,” katanya.

Secara makro, kata Tauhid, peningkatan kesejahteraan tercermin dari Pengeluaran Riil per Kapita (dalam ribu rupiah) yang naik dari 14.731 pada 2024 menjadi 14.945 pada 2025, menunjukkan kenaikan daya beli riil masyarakat secara moderat namun konsisten.

“Capaian sektoral tersebut sejalan dengan penguatan indikator makro pembangunan. Data terbaru menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ternate meningkat dari 82,59 pada 2024 menjadi 83,01 pada 2025, dan tetap menjadi yang tertinggi di Provinsi Maluku Utara,” kata Tauhid mengakhiri.