Komisi X Pastikan Program MBG Tidak Ganggu Anggaran Pendidikan
Sumber Foto: newsreal.id
Nasional

Komisi X Pastikan Program MBG Tidak Ganggu Anggaran Pendidikan

Sentra Media - NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu postur anggaran kementerian di bidang pendidikan.

Menurut Lalu, Presiden Prabowo Subianto justru menambah anggaran pendidikan melalui anggaran belanja tambahan (ABT). Tambahan tersebut difokuskan untuk peningkatan sarana dan prasarana, mutu pendidikan, serta kesejahteraan guru.

“Anggaran MBG tidak mengganggu anggaran pendidikan, Presiden justru menambah anggaran pendidikan melalui ABT dan fokus peningkatan sarana prasarana, mutu, dan kesejahteraan guru,” kata Lalu dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan, dalam berbagai rapat kerja Komisi X dengan kementerian bidang pendidikan, ditegaskan bahwa anggaran pelaksanaan MBG terpisah dari anggaran pendidikan. Meski dalam postur APBN program MBG tercatat masuk dalam anggaran pendidikan, hasil pendalaman dan koordinasi menunjukkan program tersebut memang ditujukan untuk mendukung kepentingan pendidikan.

“Setelah kami rapat kerja berkali-kali, ternyata tujuan MBG itu sebenarnya untuk kepentingan pendidikan,” ujarnya. Program MBG, lanjut dia, juga dinilai memperkuat pendidikan karakter melalui penyediaan makanan bergizi dan berkualitas bagi siswa, sejalan dengan agenda prioritas pendidikan nasional.

Kesejahteraan Guru

Di sisi lain, Lalu mendorong pemerintah segera merealisasikan komitmen peningkatan kesejahteraan guru. Menurutnya, perbaikan taraf hidup guru harus menjadi prioritas utama negara. “PR kita adalah kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru ini tentu harus jadi prioritas utama yang dipikirkan,” katanya.

Ia juga menyinggung adanya penambahan anggaran untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp181 triliun, serta tambahan anggaran bagi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Kementerian Kebudayaan.

Lalu kembali menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak mengganggu postur anggaran pendidikan. Bahkan, menurutnya, program tersebut justru memperkuat tujuan pendidikan nasional. “Tidak mengganggu, justru dengan adanya MBG, memperkuat tujuan pendidikan nasional kita. Postur anggaran pendidikan ditambah,” ujarnya. *(tb)