Sentra Media - Konflik yang meningkat di Timur Tengah berdampak pada sektor kesehatan global dengan mengganggu rantai pasok obat-obatan dan produk farmasi. Serangan-serangan di wilayah Uni Emirat Arab, khususnya di sekitar Dubai, telah menyebabkan gangguan signifikan terhadap distribusi farmasi internasional.
Serangkaian serangan drone yang menargetkan fasilitas di sekitar Dubai International Airport telah memicu kebakaran di tangki bahan bakar bandara, mengakibatkan penghentian sementara penerbangan kargo dan penumpang. Dubai, yang dikenal sebagai pusat logistik global, berfungsi sebagai hub utama untuk distribusi obat-obatan yang memerlukan rantai dingin.
Gangguan terhadap jalur udara di kawasan Teluk membuat perusahaan farmasi harus mengalihkan rute pengiriman ke bandara alternatif di Arab Saudi, Turki, Oman, dan Asia Timur. Proses pengalihan ini sulit dilakukan karena beberapa obat memiliki masa simpan pendek dan memerlukan kontrol suhu yang ketat. Jika konflik berlanjut, pasokan obat penting, terutama terapi kanker berbasis antibodi, diperkirakan akan terganggu dalam waktu dekat.
World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa operasi pusat distribusi daruratnya di Dubai juga terhambat akibat pembatasan penerbangan, mengakibatkan pasokan bantuan medis senilai puluhan juta dolar tertahan di gudang. Lebih dari 50 permintaan bantuan medis dari sekitar 25 negara tidak dapat dipenuhi. Selain itu, gangguan transportasi di kawasan Teluk juga mempengaruhi industri farmasi India yang merupakan pemasok utama obat generik dan vaksin global. Para analis memprediksi bahwa jika konflik berlanjut, risiko gangguan pasokan obat penting bagi banyak negara akan meningkat.